Gairah Petani Sidorukun Bangkit, Berharap Panen Terserap Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan:
Waktu baca 2 menitDiperbarui 29 Juni 2026, 14:48 WIB

Gairah Petani Sidorukun Bangkit, Berharap Panen Terserap Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis

LABUHANBATU –29 Juni 2026

Semangat membara kembali menyelimuti Kelompok Tani Swadaya Tani Desa Sidorukun. Kebangkitan gairah ini dipicu oleh beroperasinya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah mereka, bagian integral dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Kehadiran dapur-dapur ini, yang mulai beroperasi sejak 29 Juni 2026, membawa angin segar bagi para petani lokal.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Dapur SPPG tersebut bukan hanya berfungsi sebagai pusat distribusi gizi, melainkan juga dinilai membuka peluang ekonomi signifikan. Para petani lokal kini memiliki harapan besar untuk menjadi pemasok utama bahan pangan, memastikan hasil panen mereka dapat terserap langsung demi memenuhi kebutuhan Program MBG.

Rasa syukur dan optimisme terpancar dari salah seorang anggota Kelompok Tani Swadaya Tani saat dikonfirmasi di lokasi pertanian. Ia mengungkapkan bahwa selama ini, para petani kesulitan mengidentifikasi dapur SPPG mana yang berpotensi menjadi mitra pemasaran bagi hasil panen mereka. “Kami sangat bersyukur dengan adanya Program MBG ini,” ujarnya. “Selama ini kami belum tahu dapur SPPG mana yang terdekat dengan kami. Kami sangat berharap, setelah hasil pertanian kami siap dipanen, kami dapat dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur SPPG tersebut.”

Para petani Desa Sidorukun secara kolektif menyuarakan harapan agar pemerintah dan pengelola dapur SPPG dapat membuka kesempatan bagi kelompok tani di sekitar lokasi untuk menjadi bagian integral dari rantai pasok bahan pangan. Keterlibatan ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif, di mana manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat gizi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa melalui peningkatan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Lebih jauh, keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan regional, tetapi juga dinilai dapat menjamin ketersediaan bahan pangan yang lebih segar, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan bagi operasional dapur SPPG. Ini sekaligus menjadi jaminan mutu bagi program pemenuhan gizi masyarakat.

Harapan yang membuncah ini menjadi cerminan nyata optimisme masyarakat tani Desa Sidorukun. Mereka meyakini bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki dimensi ganda: tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjelma menjadi peluang emas bagi pemberdayaan sektor pertanian lokal dan penguatan ekonomi desa secara menyeluruh.

Editor: Fernando Albert Damanik

Laporan Team Biro labuhan batu 🖋️

👁️ Dilihat: 4,566 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar