Massa Aksi Diserang OTK di Capital Building Medan, GM FKPPI Sumut Desak Kapolda Usut Dalang dan Ancam Unjuk Rasa Besar-Besaran

Bagikan:
Waktu baca 4 menitDiperbarui 11 September 2026, 22:53 WIB

GM FKPPI Sumut Kecam Dugaan Penyerangan Massa Aksi di Capital Building Medan

MEDAN — Pengurus Daerah (PD) II Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) bersama Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara melayangkan kecaman keras setelah sekelompok orang tidak dikenal (OTK) diduga melakukan penyerangan terhadap peserta unjuk rasa di kawasan Capital Building, Medan, pada Jumat, 11 September 2026.

Insiden tersebut terjadi di tengah berlangsungnya demonstrasi yang oleh pihak penyelenggara disebut telah dikomunikasikan secara resmi dan prosedural kepada aparat kepolisian sebelum pelaksanaan. Aksi itu sendiri merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap sejumlah isu yang dinilai menjadi perhatian publik luas.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Isu yang Diusung: Narkotika, Minuman Beralkohol Ilegal, hingga Dugaan Pelanggaran Pajak

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan organisasi, demonstrasi damai tersebut mengangkat sejumlah isu krusial, di antaranya dugaan aktivitas peredaran narkotika, peredaran minuman beralkohol tanpa kelengkapan pita cukai resmi, serta indikasi pelanggaran di bidang perpajakan.

Momentum penyampaian aspirasi yang bersifat konstitusional itu kemudian diwarnai oleh insiden kekerasan fisik setelah sekelompok OTK diduga menyerang para peserta aksi di lokasi. Pihak GM FKPPI Sumut menegaskan bahwa seluruh kejadian tersebut belum mendapatkan respons penegakan hukum yang dianggap memadai.

Kepala Bidang Hukum dan HAM: Usut Tuntas Hingga Aktor Intelektual

Kepala Bidang Hukum dan HAM Satgas GM FKPPI Sumut, Sutoyo, S.H., secara tegas menuntut aparat penegak hukum — khususnya Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) — untuk menangani insiden ini secara objektif dan transparan. Ia menekankan bahwa penyelidikan tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pelaku lapangan semata.

“Kalau benar ada pihak yang mengerahkan OTK, jangan hanya menangkap pelaksana. Kami meminta aparat juga mengusut siapa yang berada di baliknya,” ujar Sutoyo.

Ia menambahkan, apabila nantinya terbukti terdapat keterlibatan pihak Capital Building dalam dugaan pengerahan massa penyerang, tindakan semacam itu merupakan bentuk kejahatan serius sekaligus upaya sistematis pembungkaman demokrasi melalui premanisme yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Pernyataan tersebut disampaikan dengan catatan bahwa keterlibatan pihak mana pun baru sebatas dugaan dan masih harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

Pertanyaan atas Kesiapan Pengamanan Polisi di Lokasi

Kritik tajam turut diarahkan terhadap kesiapan pengamanan kepolisian pada saat insiden berlangsung. Sutoyo mempertanyakan efektivitas langkah pengamanan aparat, mengingat sejumlah personel kepolisian terpantau berada di sekitar area parkir Capital Building ketika dugaan penyerangan terjadi.

Pihaknya menyayangkan kondisi itu, terutama karena seluruh rangkaian aksi telah disampaikan dan dikomunikasikan secara resmi kepada kepolisian jauh sebelum hari pelaksanaan.

“Jangan sampai hukum hanya tegas kepada masyarakat yang menyampaikan kritik, tetapi tidak memberikan perlindungan yang sama ketika masyarakat menjadi korban kekerasan. Kami meminta Kapolda Sumut memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan,” tegas Sutoyo.

Tujuh Tuntutan Resmi kepada Kapolda Sumatera Utara

Sebagai bentuk perlawanan terhadap segala bentuk premanisme dan ancaman terhadap ruang demokrasi, PD II GM FKPPI bersama Satgas PD II GM FKPPI Sumut secara resmi merumuskan tujuh poin tuntutan yang dilayangkan kepada Kapolda Sumatera Utara, sebagai berikut:

Pertama, mengusut tuntas peristiwa dugaan penyerangan terhadap massa aksi secara menyeluruh dan tidak setengah-setengah.

Kedua, mengidentifikasi seluruh oknum yang terlibat langsung dalam penyerangan di lapangan.

Ketiga, menelusuri kemungkinan adanya pihak yang diduga menggerakkan, membiayai, atau mengoordinasikan penyerangan — termasuk dugaan keterlibatan pihak manajemen Capital Building — dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Keempat, memeriksa keterangan dan mengevaluasi personel kepolisian yang berada di lokasi saat insiden berlangsung guna mengetahui ada tidaknya kelalaian dalam penugasan pengamanan.

Kelima, mengamankan, menganalisis, serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan seluruh alat bukti valid lainnya yang relevan dengan kejadian.

Keenam, menyelidiki korelasi antara pihak penyerang dengan korporasi atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan di kawasan Capital Building.

Ketujuh, menyampaikan perkembangan proses penyidikan perkara secara transparan kepada publik sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Ancaman Aksi Besar-Besaran Jika Tuntutan Diabaikan

GM FKPPI Sumut menegaskan tidak akan berdiam diri apabila desakan penegakan hukum ini diabaikan atau tidak ditangani secara sungguh-sungguh oleh aparat. Organisasi menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa dalam aksi unjuk rasa berskala jauh lebih besar sebagai langkah lanjutan.

Namun demikian, pihak kepengurusan menegaskan bahwa setiap langkah yang akan ditempuh semata-mata dilandasi oleh komitmen menegakkan keadilan dan melindungi hak konstitusional warga negara, bukan untuk mencari konflik ataupun mengeskalasi ketegangan sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh pernyataan resmi dari pihak Polda Sumut maupun manajemen Capital Building terkait insiden tersebut. Nusantara News Today akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan konfirmasi dari seluruh pihak terkait apabila telah tersedia.

(Syafwan 🖋️)

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 2 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar