Gagal Hasilkan Air Bersih, Proyek Sumur Bor Rp36 Juta di Labuhanbatu Diduga Sarat Penyelewengan

Labuhan batu4953 Dilihat

LABUHANBATU, Nusantaranews-Today.com – Proyek pembangunan sumur bor senilai hampir Rp36 juta di Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, gagal total dan diduga sarat dengan praktik penyelewengan. Proyek yang didanai dari Dana Desa (DD) 2025 ini hanya menghasilkan air keruh berpasir yang tidak layak pakai.

Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Rabu (1/10/2025), ditemukan sejumlah kejanggalan serius yang menguatkan dugaan adanya korupsi dan kesalahan perencanaan yang fatal.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

 

Kejanggalan di Lapangan: Dari Prasasti hingga Kedalaman Sumur

 

Investigasi menemukan beberapa fakta janggal di lokasi proyek Dusun Juma Togu:

  • Tidak Ada Papan Informasi: Sejak awal, tidak ada papan transparansi proyek yang dipasang.
  • Prasasti Diedit: Prasasti peresmian yang semula bertuliskan tahun anggaran 2025, angka “5” nya tampak telah dikerok dan diubah menjadi “4”.
  • Kedalaman Tidak Sesuai: Pengecekan fisik menemukan pipa isap hanya terdiri dari 9 batang (sekitar 69 meter), jauh dari spesifikasi yang disebut-sebut mencapai 115 meter.
  • Anggaran Janggal: Dengan biaya pengeboran Rp215.000 per meter (menurut Sekdes), total biaya seharusnya hanya sekitar Rp14,8 juta, bukan Rp36 juta.

 

Pengakuan Mengejutkan Kepala Desa

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pematang Seleng, Suwarno, memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia mengakui bahwa lokasi proyek tersebut memang sudah diketahui bermasalah sejak awal.

“Lokasi itu memang dulunya tempat pengeboran minyak, jadi sulit ditemukan air bersih. Sudah tiga kali gagal (ditemukan air),” ujar Suwarno.

Pernyataannya yang mengakui memaksakan proyek di lokasi yang sudah jelas-jelas berisiko gagal menuai kritik tajam, karena menunjukkan adanya dugaan kesengajaan untuk menghabiskan anggaran.

“Kalau mau dipindah, anggarannya dari mana lagi?” tambahnya, mengisyaratkan tidak adanya rencana perbaikan yang jelas.

Warga kini mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengaudit proyek ini secara menyeluruh dan menindak tegas oknum yang terlibat.

Reporter: Suleman Sinulingga ️

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar