LABUHANBATU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto mulai memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang nyata di tingkat desa. Di Desa Sidorukun, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, kehadiran Dapur MBG di Dusun VI Kampung Songo terbukti berhasil membangkitkan kembali gairah sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Kolaborasi Strategis Demi Kemandirian Ekonomi Desa
Kepala Desa Sidorukun sekaligus Mitra Dapur MBG, Eko Sahputra, mengambil langkah strategis dengan melibatkan langsung kelompok tani dan pelaku UMKM lokal untuk memenuhi kebutuhan dasar logistik dapur tersebut. Kebijakan ini diambil agar program nasional tersebut tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di desanya.
Langkah kolaboratif ini memberikan edukasi berharga bagi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan. Dengan mengutamakan potensi lokal, perputaran ekonomi dapat tetap terjaga di dalam desa, sekaligus meminimalisasi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Mengoptimalkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan
Merespons arahan positif dari pemerintah desa, warga Desa Sidorukun kini mulai aktif kembali mengelola lahan pertanian mereka yang sebelumnya tidak produktif. Lahan-lahan tersebut dipersiapkan secara intensif guna mengejar target pasokan bahan pangan segar dan berkualitas yang dibutuhkan oleh Dapur MBG secara berkelanjutan.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi mendalam atas kebijakan kepala desa yang memprioritaskan potensi lokal. “Terima kasih Pak Eko masih melihat dan mendengar keluhan kami. Semoga dengan adanya program MBG ini, taraf hidup masyarakat, kelompok tani, dan UMKM di Desa Sidorukun bisa meningkat,” ujar salah seorang anggota kelompok tani setempat saat ditemui di lokasi pertanian, Rabu (3/6/2026).
Dukungan Penuh untuk Mewujudkan Generasi Emas
Dampak ekonomi yang langsung menyentuh akar rumput ini menumbuhkan optimisme besar di kalangan warga desa terhadap kepemimpinan nasional. Program MBG dinilai menjadi jawaban konkret atas tantangan ekonomi sekaligus langkah preventif dalam penguatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo. Semoga program ini membawa kebangkitan ekonomi warga desa dan melahirkan penerus bangsa yang menjadi generasi emas ke depannya,” pungkas warga penuh harap.
Keberhasilan sinergi di Desa Sidorukun ini diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Kabupaten Labuhanbatu dalam mengimplementasikan program MBG secara swasembada dan berbasis pemberdayaan masyarakat yang bijak dan berkelanjutan.
Editor: Fernando Albert Damanik

















Komentar