Evaluasi 1,5 Tahun, Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan total pada lini kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Jabatan Kepala BGN kini beralih dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang. Langkah strategis ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir 1,5 tahun terakhir.

Pengumuman perombakan pengurus tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Saat memberikan keterangan pers, Mensesneg didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi secara transparan kepada media.

Penyegaran Struktur Organisasi di Tubuh BGN

Langkah penyegaran ini tidak hanya menyasar posisi puncak. Guna memastikan kinerja organisasi yang lebih dinamis, Presiden Prabowo juga memberhentikan dengan hormat dua Wakil Kepala BGN terdahulu, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Untuk mengisi kekosongan tersebut sekaligus mendampingi Nanik S. Deyang dalam menjalankan roda organisasi, Presiden memercayakan amanah baru kepada dua figur profesional, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Pemerintah secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi Dadan Hindayana beserta jajarannya. Mereka dinilai telah berjasa besar dalam meletakkan fondasi awal kelembagaan sejak BGN pertama kali dibentuk hingga mampu berjalan sejauh ini. Evaluasi berkala ini diharapkan dapat dipandang sebagai bagian dari edukasi birokrasi yang sehat demi optimalisasi pelayanan publik.

Akselerasi dan Akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis

Pergantian kepemimpinan ini memberikan sinyal kuat mengenai komitmen pemerintah dalam meningkatkan performa internal, terutama dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu pilar utama kesejahteraan masyarakat saat ini.

Mensesneg menegaskan bahwa kepemimpinan baru memikul tanggung jawab besar untuk menyempurnakan tata kelola organisasi. Presiden Prabowo memberikan tiga instruksi utama yang wajib dijalankan oleh jajaran pimpinan BGN yang baru:

Pertama, melakukan konsolidasi internal guna menata ulang struktur dan performa organisasi pasca-evaluasi. Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Ketiga, mengedepankan efisiensi anggaran dan waktu guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan akuntabel.

“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, serta meningkatkan tata kelola organisasi ke arah yang lebih baik,” pungkas Prasetyo Hadi menutup keterangannya.

Editor: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,540 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar