Tapanuli Tengah Dilanda Banjir: Empat Kecamatan Terdampak Akibat Hujan Deras
TAPANULI TENGAH – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Sabtu (18/7/2026) sore hingga malam memicu terjadinya banjir di sejumlah titik. Empat kecamatan dilaporkan terdampak, di mana luapan sungai, tanggul jebol, dan sistem drainase yang tak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Kondisi Terkini di Kecamatan Terdampak
Berdasarkan laporan yang dihimpun Nusantara News Today, banjir melanda Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik. Masing-masing wilayah menunjukkan kondisi yang bervariasi dalam tingkat keparahan dampak banjir.
Kecamatan Tukka: Luapan Sungai dan Tanggul Jebol
Di Kecamatan Tukka, banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Di Kelurahan Sipange, tingginya curah hujan menyebabkan debit air Sungai Aek Sigala-gala meningkat drastis hingga meluap dan merendam kawasan permukiman serta rumah-rumah warga.
Situasi serupa juga terjadi di Kelurahan Hutanabolon, di mana luapan air dari Sungai Aek Harse dan Aek Sigala-gala menggenangi sejumlah rumah warga setelah hujan deras berlangsung selama beberapa jam.
Kondisi paling parah tercatat di Kelurahan Bonalumban. Hujan deras di lokasi ini menyebabkan tanggul Sungai Aek Siaili jebol. Akibatnya, air mengalir deras ke kawasan permukiman dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Genangan air ini secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga untuk segera menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Kecamatan Badiri: Akses Jalan Utama Terganggu
Di Kecamatan Badiri, banjir melanda Kelurahan Lopian setelah Sungai Lopian meluap. Air menggenangi badan jalan utama, menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat melintasi ruas jalan tersebut selama ketinggian air masih tinggi, mengganggu mobilitas warga.
Kecamatan Pinangsori: Drainase Tak Mampu Menampung
Sementara itu, di Kecamatan Pinangsori, banjir terjadi di Kelurahan Pinangsori. Tingginya volume hujan membuat saluran drainase di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke jalan dan bahkan masuk ke dalam rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Kecamatan Sarudik: Dalam Batas Aman
Di Kecamatan Sarudik, khususnya di Kelurahan Pondok Batu, banjir dilaporkan terjadi akibat meningkatnya debit air sungai setelah hujan deras. Namun, berdasarkan hasil pemantauan berkala oleh pihak berwenang, kondisi di wilayah tersebut masih dinyatakan dalam batas aman dan belum menimbulkan dampak yang lebih serius atau membahayakan.
Imbauan dan Langkah Antisipatif
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan bersama pemerintah setempat terus melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi terdampak. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Tapanuli Tengah.
Pemerintah daerah juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kenaikan debit air yang signifikan atau kondisi darurat lainnya. Pelaporan cepat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan mitigasi risiko, demi keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat.
Editor: Fernando Albert Damanik
























Komentar