Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Simalungun Tekankan Pentingnya Patriotisme, Kegigihan dan Kepedulian Generasi Muda

Bagikan:➤☎
Waktu baca 5 menitDiperbarui 28 Oktober 2026, 05:18 WIB

Upacara Berlangsung Khidmat di Halaman Kantor Bupati Pematang Raya

SIMALUNGUN, NUSANTARA NEWS TODAY – Semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 kembali bergema di Kabupaten Simalungun. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih mengajak seluruh generasi muda untuk memperkuat karakter patriotik, membangun kegigihan dalam menghadapi tantangan, serta menumbuhkan kepedulian yang tulus terhadap sesama.

Peringatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara resmi yang digelar Pemerintah Kabupaten Simalungun di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Upacara berlangsung khidmat dan tertib, diikuti oleh ratusan aparatur sipil negara serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Bupati Anton Achmad Saragih bertindak sebagai Pembina Upacara, sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Simalungun, Bob Presly Saragih, mengemban tugas sebagai Pemimpin Upacara. Jabatan Perwira Upacara diemban oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Albert R. Saragih.

Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” — sebuah pesan yang sarat makna dan relevan dengan kondisi bangsa di era modern. Ketiga kata dalam tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan nilai-nilai yang diharapkan benar-benar meresap dalam keseharian generasi muda.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Simalungun, dilanjutkan pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara. Suasana kian khidmat ketika Teks Hasil Kongres Pemuda Tahun 1928 dibacakan oleh Zevanya V. Saragih, siswi SMA Negeri 1 Raya. Prosesi ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lili Hendra Wiguna dari Dinas Pemuda dan Olahraga.

Pesan Menpora: Kemajuan Bangsa Berakar dari Kualitas Manusia

Dalam amanat upacaranya, Bupati Anton Achmad Saragih membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menyoroti makna historis Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan bangsa.

Sambutan tersebut mengingatkan bahwa 98 tahun silam, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan sebuah janji yang mampu menyatukan keberagaman, memperkuat perjuangan kemerdekaan, dan meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa. Semangat itulah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus, bukan hanya sebagai kenangan sejarah, tetapi sebagai fondasi karakter.

“Hari ini semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” tegas Bupati saat membacakan sambutan Menpora di hadapan peserta upacara.

Lebih jauh, sambutan Menpora menegaskan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, lompatan teknologi, maupun besaran kekayaan negara. Kemajuan yang sesungguhnya, demikian ditegaskan, bermula dari kualitas sumber daya manusianya — dari karakter yang kokoh, cinta yang mendalam terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.

Tiga Nilai Utama yang Diharapkan Dihidupi Generasi Muda

Melalui tema peringatan tahun ini, generasi muda Indonesia didorong untuk menginternalisasi tiga nilai utama secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, patriotik — bukan sekadar mengucapkan kecintaan kepada Indonesia, melainkan mengejawantahkannya melalui pengabdian dan tindakan nyata. Cinta tanah air harus tercermin dari sikap, pilihan, dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Kedua, gigih — memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantangan zaman. Generasi muda diajak untuk tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan, melainkan terus bangkit dan berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Ketiga, berempati — memiliki kepedulian yang tulus terhadap kondisi masyarakat di sekitar, memahami kesulitan yang dialami sesama, dan tidak berpaling ketika orang lain tengah membutuhkan uluran tangan.

Ketiga nilai ini saling menopang satu sama lain. Sambutan Menpora yang dibacakan Bupati secara tegas menyatakan: “Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.”

Dorong Pemuda Berani Bermimpi dan Berani Memimpin

Tak berhenti di sana, sambutan Menpora juga mendorong para pemuda untuk berani bermimpi setinggi langit dan bekerja keras tanpa kenal lelah dalam mewujudkan setiap cita-cita. Generasi muda diharapkan bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh sekaligus berjiwa lembut — berani memimpin tanpa kehilangan semangat untuk melayani.

“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutan yang dibacakan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

Kalimat itu sekaligus menegaskan bahwa tanggung jawab atas masa depan Indonesia bukan milik satu generasi saja, melainkan sebuah proyek kolektif yang dibangun bersama, hari demi hari, oleh tangan-tangan muda yang sadar akan peran mereka.

Bupati: Pemuda Simalungun Harus Siap Menjadi Penerus Bangsa

Usai membacakan amanat Menpora, Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan pesan pribadi kepada generasi muda Kabupaten Simalungun. Ia mengajak mereka untuk tidak melupakan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar persatuan bangsa dengan pengorbanan yang tidak kecil.

Bupati menilai bahwa generasi muda kini memegang peran yang sangat penting dalam melanjutkan roda pembangunan, baik di tingkat daerah maupun dalam skala yang lebih luas di tingkat nasional.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Marilah kita selalu mengenang perjuangan para pemuda pendahulu kita. Pembangunan daerah semakin hari semakin baik, dan generasi muda hari ini harus bersiap diri, karena Andalah penerus bangsa,” ujar Bupati di hadapan peserta upacara.

Bupati berharap pemuda Kabupaten Simalungun dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berintegritas tinggi, serta memiliki cita-cita luhur dalam memajukan bangsa Indonesia. Semangat perjuangan para pemuda terdahulu, menurutnya, harus terus dihidupkan bukan sekadar dalam seremonial tahunan, melainkan melalui sikap, karya, dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dari hari ke hari.

Pejabat dan ASN Simalungun Hadiri Upacara

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Simalungun turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, para pimpinan perangkat daerah, pejabat administrasi dan pengawas, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Kehadiran para pejabat dan ASN tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan yang menjadi warisan luhur para pemuda pendiri bangsa.

Peringatan ini diharapkan bukan sekadar ritual tahunan yang berlalu begitu saja, melainkan menjadi momen refleksi yang mendorong seluruh elemen masyarakat — terutama generasi muda — untuk terus berperan aktif dalam pembangunan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang kokoh di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,531 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar