HUT Koperasi Nasional ke-79 di Simalungun, Perkuat KDKMP untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

Bagikan:➤☎
Waktu baca 6 menitDiperbarui 22 Oktober 2026, 08:08 WIB

Peringatan HUT Koperasi Nasional ke-79 Dipusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih

Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Simalungun menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Nagori Lestari Indah, Jalan Asahan Km 6, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Peringatan tahun ini tidak sekadar seremonial. Selain menandai usia gerakan koperasi nasional yang semakin matang, kegiatan tersebut secara khusus dirangkai dengan gerakan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun, sebagai bagian dari program prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Tema Nasional dan Semangat Lokal Simalungun

HUT Koperasi Nasional ke-79 tahun ini mengusung tema nasional “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Kabupaten Simalungun melengkapinya dengan tema lokal yang lebih spesifik, yakni “Bersama Semangat Baru Simalungun, Mewujudkan Koperasi Berdaya untuk Simalungun Maju dan Indonesia Berjaya”.

Tema lokal tersebut mencerminkan tekad bersama para pemangku kepentingan koperasi di Simalungun untuk tidak hanya ikut merayakan, tetapi juga mengambil peran nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat kabupaten, sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Rangkaian Kegiatan yang Meriah dan Berdampak

Peringatan ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Gerak jalan santai menjadi pembuka yang menggerakkan partisipasi warga secara massal. Suasana semakin semarak dengan pengundian kupon lucky draw yang menyediakan beragam hadiah menarik bagi para peserta.

Tak hanya bersifat hiburan, panitia juga menghadirkan layanan publik yang bermanfaat langsung, berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan donor darah. Bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan acara, sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan kue ulang tahun dan nasi tumpeng oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Simalungun bersama Ketua Dekopinda serta sejumlah pengurus koperasi. Penyerahan sertifikat apresiasi atas partisipasi aktif dalam gerakan koperasi juga menjadi bagian dari penutup peringatan yang bermakna ini.

Laporan Panitia: Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Ketua Panitia, Tolen Ketaren, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap perkembangan gerakan koperasi di Kabupaten Simalungun. Menurutnya, peringatan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi antara anggota, pengurus, pengawas, dan pemangku kepentingan, tetapi juga untuk meningkatkan semangat kebersamaan serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam memajukan koperasi.

Tolen Ketaren juga menekankan posisi strategis koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui usaha bersama dan semangat gotong royong, koperasi dinilai memiliki kapasitas nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari lapisan bawah secara berkelanjutan.

Dekopinda: KDKMP Bukan Sekadar Simbol

Ketua Dekopinda Simalungun, Rudianto Damanik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan ini. Ia mengajak seluruh elemen gerakan koperasi di Simalungun untuk bahu membahu mendukung program pemerintah yang diusung Presiden dan Wakil Presiden dalam memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Rudianto Damanik memberikan penegasan yang cukup tegas soal makna KDKMP. “KDKMP bukan sekadar simbol, melainkan membawa perubahan nyata melalui program-program yang dilaksanakan untuk peningkatan perekonomian dan kemajuan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan KDKMP tidak diukur dari seberapa banyak unit yang terbentuk, melainkan dari sejauh mana kehadiran koperasi itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga di desa dan kelurahan.

Sambutan Menteri Koperasi: Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional

Sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Simalungun, Benri Betfranke Sipayung. Dalam pesannya, Menteri Ferry menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan koperasi yang terus berkontribusi menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan koperasi di tengah berbagai tantangan ekonomi yang tidak ringan.

Menteri Koperasi menegaskan bahwa koperasi menempati posisi strategis sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut mencakup penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kesejahteraan anggota, serta pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan — sebuah model pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Peringatan Hari Koperasi, menurut pesan tersebut, juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali kedudukan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Semangat ini sejalan dengan warisan pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yang menempatkan koperasi sebagai bentuk usaha bersama yang berlandaskan semangat tolong-menolong dan asas kekeluargaan — nilai-nilai yang tetap relevan hingga hari ini.

Lebih jauh, Menteri Koperasi menyampaikan bahwa keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan finansial yang diraih, melainkan juga dari manfaat dan peningkatan kesejahteraan yang secara nyata dirasakan oleh seluruh anggotanya.

Target 80.000 Unit KDKMP dan Progres yang Dicapai

Dalam pesannya, Menteri Koperasi juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan lebih dari 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia. Dari target besar tersebut, lebih dari 1.061 unit disebut telah mulai beroperasi sebagai langkah awal memperkuat perekonomian berbasis desa dan kelurahan.

KDKMP diharapkan mampu menjalankan peran sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Secara konkret, koperasi desa dan kelurahan ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi barang kebutuhan pokok, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, meningkatkan pemasaran produk-produk lokal, serta mendekatkan berbagai layanan ekonomi kepada masyarakat yang selama ini masih sulit dijangkau.

Mendorong Koperasi Masuk Sektor Produktif dan Ekonomi Digital

Pemerintah juga mendorong koperasi untuk tidak hanya bertahan di sektor perdagangan konvensional, tetapi aktif mengembangkan diri ke sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Sektor-sektor yang dimaksud meliputi industri pengolahan, energi terbarukan, hilirisasi komoditas perkebunan, ekonomi kreatif, hingga ekonomi digital.

Pemanfaatan teknologi informasi, kecerdasan buatan, analisis data, serta sistem pembayaran modern dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha koperasi, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing di era yang terus berubah. Koperasi yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital akan memiliki posisi yang jauh lebih kuat dalam peta perekonomian nasional.

“Koperasi masa kini harus dikelola secara profesional, transparan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi anggota, serta kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, dunia usaha, dan generasi muda menjadi kunci mewujudkan koperasi yang sehat dan berkelanjutan,” demikian pesan Menteri Koperasi yang dibacakan dalam peringatan tersebut.

Generasi Muda Diajak Jadi Pilar Koperasi Modern

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam peringatan ini adalah ajakan kepada generasi muda untuk turut serta secara aktif dalam gerakan koperasi. Generasi muda, dengan bekal kreativitas, penguasaan teknologi, inovasi, dan semangat kolaborasi yang mereka miliki, dinilai sebagai aset strategis yang dapat mendorong koperasi Indonesia menjadi lebih modern, produktif, dan kompetitif di kancah nasional maupun global.

Keikutsertaan generasi muda bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, tetapi juga tentang menghadirkan cara pandang baru dalam mengelola koperasi — lebih efisien, lebih terbuka, dan lebih responsif terhadap kebutuhan anggota yang terus berkembang.

Harapan Pemkab Simalungun: Gotong Royong Jadi Roh Koperasi

Melalui peringatan HUT Koperasi Nasional ke-79 ini, Pemerintah Kabupaten Simalungun menaruh harapan besar agar seluruh insan koperasi semakin memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan profesionalisme dalam mengembangkan usaha bersama. Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai fondasi yang tidak boleh terkikis meski koperasi terus dituntut untuk bertransformasi.

Dengan pengelolaan yang baik, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, serta sinergi antara pemerintah daerah, Dekopinda, pelaku usaha, dan masyarakat, koperasi diharapkan semakin mengukuhkan dirinya sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Tujuan akhirnya satu: mewujudkan Kabupaten Simalungun yang maju, makmur, dan sejahtera.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4,531 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Redaksi

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar