Kapolres Pimpin Langsung Kegiatan di Nagori Marjandi
SIMALUNGUN – Polres Simalungun Polda Sumatera Utara kembali menegaskan komitmennya dalam mendekatkan institusi kepolisian kepada masyarakat. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M. memimpin langsung kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat yang berlangsung di Kantor Pangulu Nagori Marjandi, Jalan Besar Siantar–Saribu Dolok, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut saat dikonfirmasi pada hari yang sama, sekira pukul 11.32 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kapolri yang mendorong kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat.
“Ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat melalui kegiatan Polres Simalungun yang berintegritas dan humanis dalam melayani, dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Verry Purba.
Lintas Elemen Hadir, dari Camat hingga Tokoh Masyarakat
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur lintas sektoral. Dari jajaran Polres Simalungun, hadir Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu dan Kapolsek Panei Tonga AKP Daniel Jani Damanik, S.H. Dari unsur pemerintahan, hadir Camat Panombean Panei Vauzi Henriko Sidabalok, S.T. serta Pangulu Nagori Marjandi Budi Sinaga.
Turut hadir pula Bidan Desa Septa Veronica Girsang, perwakilan Maujana Nagori Darma Sinaga, dan tokoh masyarakat Ali Imran Lubis. Perangkat nagori, para Gamot dan Kepling, serta sekitar 30 perwakilan warga setempat juga ikut serta dalam pertemuan ini, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap pendekatan dialogis yang diusung kepolisian.
Sambang dan Silaturahmi sebagai Fondasi Komunikasi
Dalam arahannya, Kapolres AKBP Hendri Nupia Dinka Barus menegaskan bahwa kegiatan sambang dan silaturahmi bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen nyata untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan warga. Ia menyebut bahwa melalui interaksi langsung seperti ini, kepolisian dapat menangkap lebih awal berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Polri dapat mengetahui langsung berbagai permasalahan di wilayah, sehingga penanganan dan pencegahan dapat dilakukan secara tepat melalui koordinasi bersama,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Quick Wins Kapolri, khususnya dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas. Pendekatan humanis dan berbasis kepercayaan menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang diambil Polres Simalungun.
Dialog Warga: Dari Narkoba hingga Hama Monyet
Salah satu bagian paling substantif dari kegiatan ini adalah sesi dialog terbuka antara Kapolres dan warga. Pangulu Nagori Marjandi Budi Sinaga membuka diskusi dengan mengusulkan pelaksanaan tes urine bagi siswa sekolah di wilayahnya, sekaligus menanyakan mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh.
Tokoh masyarakat Ali Imran Lubis menyampaikan pandangannya bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya menyasar pengguna, melainkan harus dimulai dari hulu, yakni memberantas sumber produksinya. Sementara itu, warga bernama M. Damanik mengangkat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari petani setempat: serangan kawanan monyet yang merusak tanaman jagung mereka.
Ketiga masukan ini dijawab Kapolres secara langsung dan proporsional, memperlihatkan pendekatan yang tidak hanya birokratis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil warga.
Kapolres Buka Saluran Pengaduan Langsung ke Masyarakat
Merespons berbagai keluhan dan pertanyaan warga, Kapolres terlebih dahulu memperkenalkan dua layanan resmi Polri yang dapat dimanfaatkan kapan saja. Pertama, nomor darurat 110 yang bebas biaya dan dapat dihubungi saat masyarakat memerlukan pertolongan kepolisian secara mendesak. Kedua, layanan WhatsApp dengan nama “Halo Pak Kapolres Simalungun” di nomor +62 811-6501-516, yang terbuka untuk pengaduan, kritik, masukan, maupun informasi dari masyarakat.
“Sesegera mungkin akan kami tindak lanjuti,” kata Kapolres, menegaskan komitmen responsivitas institusinya.
Soal Tes Urine Siswa: Harus Didahului Penyuluhan
Menanggapi usulan tes urine bagi anak sekolah, Kapolres menjelaskan bahwa pelaksanaannya perlu didahului dengan penyuluhan tentang bahaya narkoba agar efektivitasnya optimal. Ia menyatakan bahwa Satuan Narkoba Polres Simalungun siap bekerja sama dalam hal ini, dan Pangulu Nagori dapat mengajukan surat resmi kepada Polres Simalungun serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Simalungun untuk menyelenggarakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Kapolres juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama. Ia mengajak Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar — yakni kepolisian, TNI, dan pemerintah desa — untuk melakukan sambang guna mengimbau para orang tua agar aktif memantau kegiatan anak-anak mereka, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sosial yang secara tegas menolak narkoba.
Tutup Pintu Masuk Narkoba dari Wilayah Sendiri
Mengenai pandangan Ali Imran Lubis soal perlunya memberantas sumber narkoba, Kapolres menyampaikan bahwa narkoba masuk ke Indonesia dari luar negeri melalui berbagai jalur dan modus yang terus berkembang. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat di tingkat paling bawah untuk menutup akses masuknya barang haram tersebut ke lingkungan masing-masing.
“Mari bersama-sama kita tutup pintu masuk narkoba di wilayah kita,” ucap Kapolres, seraya mengajak warga untuk aktif menyampaikan kepedulian kepada rekan-rekan dan sanak saudara di sekitar mereka.
Hama Monyet Direspons dengan Pendekatan Kearifan Lokal
Menjawab keluhan petani soal serangan monyet yang merusak ladang jagung, Kapolres mendorong warga untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam mengatasi masalah tersebut. Ia menyarankan penggunaan orang-orangan sawah dan cara-cara tradisional lainnya untuk mengusir hewan tersebut, seraya mengingatkan agar warga tidak memusnahkan habitat monyet karena berpotensi menimbulkan persoalan ekologis lanjutan.
Respons ini mencerminkan pendekatan Kapolres yang tidak semata-mata terpaku pada persoalan keamanan, tetapi juga peduli terhadap keseimbangan antara kebutuhan petani dan kelestarian lingkungan sekitar.
Bijak Bermedia Sosial dan Peran Bhabinkamtibmas
Kapolres turut mengingatkan seluruh warga yang hadir untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta agar masyarakat tidak menyebarkan konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang berpotensi memicu keresahan atau perpecahan di masyarakat. Warga juga diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas setempat apabila menjumpai gangguan kamtibmas di lingkungannya.
Kapolres menginformasikan bahwa di wilayah tersebut, satu personel Bhabinkamtibmas bertanggung jawab membina 13 desa. Dengan cakupan yang cukup luas itu, ia meminta para Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan intensitas koordinasi dengan Kepling, Gamot, dan tokoh masyarakat, serta mengutamakan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Pendekatan persuasif dan humanis menjadi standar yang diharapkan dalam setiap penugasan.
Pelaksanaan seluruh tugas Bhabinkamtibmas tersebut akan dievaluasi secara berkala melalui kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dilaksanakan Polres Simalungun.
Ditutup dengan Sesi Foto dan Pembagian Stiker Hotline
Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat di Nagori Marjandi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir. Sebagai kenang-kenangan sekaligus sarana sosialisasi, panitia membagikan stiker yang memuat informasi Hotline Halo Pak Kapolres Simalungun serta pesan-pesan Program Polisi Bersama Masyarakat kepada para warga.
Melalui kegiatan ini, Polres Simalungun menegaskan harapannya agar hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat semakin erat dan saling percaya. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah desa, dan warga, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Simalungun dapat senantiasa terjaga kondusif demi mendukung kehidupan yang harmonis dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

























Komentar