Festival Seni dan Qasidah Simalungun 2026 Resmi Dibuka, 256 Peserta dari 29 Kecamatan Unjuk Bakat

Waktu baca 4 menitDiperbarui 24 Oktober 2026, 07:33 WIB

Festival Dibuka Resmi di Aula Tuan Johan Garingging

Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) resmi membuka Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Simalungun Tahun 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pembukaan berlangsung di Aula Tuan Johan Garingging, Hotel Simalungun City, Pematang Raya, dan akan diikuti rangkaian perlombaan hingga 26 Oktober 2026.

Pembukaan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Simalungun, Albert R. Saragih, yang hadir mewakili Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan TNI, jajaran Pemkab Simalungun, pengurus LASQI, perwakilan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para camat se-Kabupaten Simalungun memperkuat kesan bahwa kegiatan ini mendapat perhatian lintas sektor.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

256 Peserta dari 29 Kecamatan Ikut Berpartisipasi

Berdasarkan laporan panitia, festival tahun ini diikuti 256 orang yang terdiri atas peserta dari 29 kecamatan di seluruh Kabupaten Simalungun. Dari jumlah tersebut, 63 orang merupakan peserta laki-laki, 164 orang peserta perempuan, serta 29 orang bertugas sebagai petugas dan ofisial pendamping.

Angka partisipasi yang menjangkau seluruh kecamatan ini mencerminkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni budaya Islami di tingkat kabupaten. Ketua Panitia, Riando P. Purba, menyampaikan bahwa keikutsertaan peserta dari berbagai penjuru wilayah menjadi modal penting untuk memetakan dan mengembangkan talenta lokal yang tersebar di Simalungun.

Tiga Cabang Perlombaan dengan Beragam Kategori Usia

Festival tahun ini mempertandingkan tiga cabang utama, yakni Bintang Vokalis Gambus, Pop Islami, dan Qasidah Rebana Klasik. Ketiganya dirancang dengan kategori yang inklusif sehingga memberi ruang bagi berbagai kelompok usia untuk tampil.

Cabang Bintang Vokalis Gambus dibagi dalam empat kategori, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, dan usia emas 50 tahun ke atas, masing-masing untuk putra dan putri. Pembagian ini secara khusus memberi tempat bagi peserta senior yang kerap luput dari ruang kompetisi seni, sekaligus menegaskan bahwa apresiasi terhadap seni qasidah tidak terbatas pada kalangan muda.

Cabang Pop Islami mencakup kategori anak-anak, remaja, dan dewasa, baik putra maupun putri. Sementara Qasidah Rebana Klasik diperuntukkan bagi kelompok remaja dan dewasa putra maupun putri, dengan setiap kelompok beranggotakan 11 orang. Format kelompok ini mendorong kerja sama dan kekompakan tim, nilai yang tidak kalah penting dibanding kemampuan teknis individual.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Dalam sambutan Bupati Simalungun yang dibacakan Albert R. Saragih, pemerintah daerah menegaskan bahwa semangat festival tidak semata-mata bertumpu pada pencarian pemenang. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan antarmasyarakat, mengembangkan kreativitas, dan menyampaikan pesan kebaikan melalui seni yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Sambutan tersebut juga menyoroti perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi sebagai tantangan nyata yang dihadapi generasi muda saat ini. Dalam konteks itu, ruang kegiatan positif seperti festival seni dinilai penting sebagai saluran bagi anak muda untuk membangun karakter, menjaga etika, dan mengembangkan potensi diri secara terarah.

Pemerintah daerah sekaligus mendorong LASQI bersama para pemangku kepentingan agar tidak berhenti pada penyelenggaraan festival tahunan. Ketersediaan ruang latihan, pembinaan, pendampingan, dan perluasan kesempatan berpartisipasi hingga tingkat nagori dan kecamatan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengembangan talenta lokal. Pesan ini menempatkan pembinaan sebagai pekerjaan jangka panjang, jauh melampaui kemeriahan satu kali penyelenggaraan.

LASQI Dorong Simalungun Lahirkan Talenta Tingkat Provinsi

Wakil Ketua DPD LASQI Provinsi Sumatera Utara, Dr. Tuah Sirait, mengapresiasi dukungan Pemkab Simalungun terhadap pengembangan seni dan qasidah. Ia berharap festival ini dapat menjadi wadah untuk menemukan talenta baru yang kelak mampu membawa nama Simalungun ke tingkat provinsi maupun yang lebih tinggi.

“Islam memberikan warna indah melalui seni; bait-bait syair menjadi keindahan sekaligus motivasi. Simalungun menjadikan LASQI sebagai mitra untuk membangun mental generasi penerus,” ujar Dr. Tuah Sirait dalam sambutannya.

Pernyataan itu menegaskan posisi LASQI bukan sekadar penyelenggara kompetisi, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan karakter dan pengembangan seni budaya Islami secara berkelanjutan.

Dewan Hakim Dilantik, Objektivitas Penilaian Jadi Kunci

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Albert R. Saragih melantik dewan hakim melalui prosesi pemakaian toga. Baiat dewan juri selanjutnya dipimpin oleh perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Dedi Kuswandi.

Pelantikan dan baiat ini bukan sekadar prosesi seremonial. Objektivitas, transparansi, dan konsistensi dalam penilaian menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan peserta serta memastikan hasil kompetisi dapat diterima secara adil oleh seluruh pihak yang terlibat.

Tantangan ke Depan: Dampak Nyata bagi Generasi Muda

Festival Seni dan Qasidah Simalungun 2026 telah dimulai dengan antusiasme yang tidak kecil. Namun, keberhasilan sejati sebuah kegiatan pembinaan tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan maupun besarnya jumlah peserta. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah seberapa besar dampak nyata yang akan dirasakan oleh para peserta setelah festival usai.

Pembinaan yang konsisten, pemerataan kesempatan bagi peserta dari seluruh kecamatan, serta dukungan terhadap talenta yang berpotensi untuk berkompetisi di tingkat provinsi menjadi langkah-langkah konkret yang perlu diupayakan. Tanpa itu, festival berisiko menjadi agenda seremonial tahunan yang meriah secara tampilan tetapi minim dampak jangka panjang.

Pemkab Simalungun menyampaikan apresiasi kepada LASQI, para pembina, dewan hakim, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan. Dengan dukungan lintas sektor yang telah terbangun, festival ini diharapkan benar-benar mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Simalungun untuk berprestasi, memperkuat nilai keagamaan, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 1 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar