Diduga Terlibat Pencurian 16 Sapi Milik Warga, Oknum TNI di Labuhanbatu Diselidiki Subdenpom

Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Pencurian Sapi di Labuhanbatu Diselidiki

Sebuah insiden yang melibatkan dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam kasus pencurian 16 ekor sapi di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, tengah menjadi sorotan publik. Video yang menunjukkan ketegangan antara warga dan sejumlah pria berseragam sipil yang diduga aparat tersebut viral di media sosial, memicu respons cepat dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0209/Labuhanbatu yang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam bersama Polisi Militer.

Kronologi Kejadian: Protes Warga dan Dugaan Pencurian

Rekaman video yang beredar luas sejak Jumat (26/6/2026) memperlihatkan momen ketika warga Desa Sei Siarti menghadang sekelompok pria yang diduga merupakan oknum aparat. Dalam suasana yang penuh emosi, warga meluapkan kekesalan mereka, menuding kelompok tersebut diduga terlibat dalam pencurian sapi. Salah seorang warga terdengar berteriak, “Aparat-aparat bikin keributan! Nyuri lembu! Dibayar? Siapa? Nyuri lembu, ikut kalian mencuri!” sembari merekam kejadian tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Insiden ini diduga bermula dari hilangnya 16 ekor sapi milik Boru Naga, seorang janda di desa tersebut. Kerugian materiil yang besar yang dialami korban, ditambah dengan statusnya, telah menarik perhatian dan simpati luas dari masyarakat setempat.

Respons Cepat Kodim 0209/Labuhanbatu dan Penyerahan Kasus

Menyikapi dugaan serius ini, Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, memastikan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan yang melanggar hukum. Beliau menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan serius dan telah dilaporkan ke Subdenpom/Pomdam untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga baru dapat info semalam. Sudah saya laporkan ke Kodam (Subdenpom/Pomdam) agar dicek dan ditindaklanjuti seperti apa kebenarannya,” jelas Letkol Kav Hanung Kaptiaji saat dikonfirmasi oleh awak media, menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga integritas anggotanya.

Komitmen Transparansi dan Penegakan Hukum

Pihak TNI berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional. Apabila hasil penyelidikan oleh Polisi Militer (POM) menemukan bukti kuat adanya keterlibatan oknum prajurit, maka sanksi tegas sesuai hukum militer yang berlaku akan diterapkan tanpa pandang bulu. Komitmen ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan menegakkan disiplin di lingkungan militer.

Hingga artikel ini dipublikasikan, situasi di Desa Sei Siarti dilaporkan telah kondusif, dengan warga menantikan hasil investigasi resmi dari Subdenpom/Pomdam.

Editor: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 15 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar