Bupati Simalungun Gali Strategi Pariwisata Gianyar demi KEK Danau Toba

Trending25 Dibaca3.4K Trending Score

GIANYAR, BALI – Dalam langkah strategis mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Gianyar, Bali, pada Senin (11/5/2026) ini bertujuan untuk mendalami strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang telah sukses diterapkan di Pulau Dewata.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Forum tingkat tinggi ini dihadiri oleh jajaran kepala daerah di kawasan Danau Toba, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun, bersama pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Sibolga, memperkuat sinergi antarlembaga dalam pertukaran wawasan lintas wilayah.

Belajar dari Orkestrasi Lintas Sektor Gianyar

Kabupaten Gianyar dipilih sebagai lokasi studi karena keberhasilannya membangun pariwisata berbasis budaya yang berdampak nyata pada ekonomi. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,58 persen dan inflasi yang terjaga di angka 2,08 persen, Gianyar dinilai berhasil menerapkan sistem “Orkestrasi Lintas Sektor”.

Sistem ini menekankan pada hilangnya sekat antarinstansi pemerintah. Seluruh dinas bekerja dalam satu visi yang padu untuk mendukung sektor pariwisata. Selain itu, otoritas perbankan dalam forum tersebut menyoroti pentingnya transformasi digital melalui QRIS. Teknologi ini memastikan transaksi wisatawan mengalir langsung secara transparan dan aman ke kantong para pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga pengrajin lokal.

Konsep Local Value Chain: Pariwisata sebagai Jembatan Rezeki

Pada sesi teknis di Hotel Royal Pitamaha, pakar arsitektur sekaligus Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Prof. Cok Ace), memaparkan konsep Local Value Chain atau rantai nilai lokal. Menurutnya, pariwisata harus menjadi “jembatan rezeki” bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pariwisata adalah ekosistem yang saling mengikat. Hotel dan industri jasa wajib menyerap hasil bumi petani lokal, serta menggunakan produk kerajinan warga sebagai bagian dari fasilitas mereka. Jika pendidikan karakter masyarakat kuat dan sektor produksi rakyat berjalan, maka pariwisata akan menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh,” ujar Prof. Cok Ace. Ia juga berpesan agar pembangunan di Danau Toba tetap mempertahankan identitas arsitektur khas Simalungun sebagai daya tarik unik dunia.

Komitmen Bupati Simalungun untuk Ekonomi Rakyat

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa kolaborasi adalah syarat mutlak. Ia berkomitmen untuk membangun pariwisata yang memiliki “ruh” dengan mengedepankan budaya ramah tamah dan pelayanan yang berkesan bagi wisatawan.

“Kami berkomitmen mewujudkan kerja sama nyata agar dapur masyarakat terus mengepul. Ke depannya, hotel dan destinasi di Danau Toba harus menjadi pasar utama bagi hasil bumi petani dan karya pengrajin dari nagori-nagori kita. Pembangunan harus berlandaskan prinsip kerja BerAKHLAK demi kesejahteraan bersama,” pungkas Bupati Anton.

Dalam kunjungan kerja ini, Bupati turut didampingi oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rinton Damanik, Plt. Kepala Bapperida Alpian Denri Saragih, serta sejumlah kepala dinas terkait dari lingkungan Pemkab Simalungun.

Editor: Fernando Albert Damanik

Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar