JAKARTA – Momentum Hari Keterbukaan Informasi Nasional kembali diperingati sebagai pengingat pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan negara, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Melalui pesan resminya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi melalui keterbukaan informasi publik.
“Mari kawal demokrasi melalui transparansi informasi,” menjadi seruan yang disampaikan kepada masyarakat luas.
Transparansi Jadi Pilar Demokrasi
Keterbukaan informasi dinilai sebagai salah satu pilar utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan partisipatif. Dengan akses informasi yang terbuka, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya proses demokrasi, termasuk tahapan pemilu.
Bawaslu menegaskan bahwa partisipasi publik dalam pengawasan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan transparansi dari lembaga penyelenggara negara.
Peran Publik dalam Pengawasan
Melalui kampanye bertajuk #AyoAwasiBersama, Bawaslu mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif melaporkan potensi pelanggaran serta memastikan setiap tahapan demokrasi berjalan sesuai aturan.
Keterlibatan publik dinilai mampu memperkuat integritas pemilu dan mencegah praktik-praktik yang merugikan demokrasi.
Edukasi Informasi Jadi Kunci
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam mengakses dan menyebarkan informasi, serta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber yang valid dan terpercaya.
Hari Keterbukaan Informasi Nasional diharapkan menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif bahwa transparansi bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga hak masyarakat yang harus dijaga bersama.
Laporan: Humas
Editor: Fernando Albert Damanik


















Komentar