JAKARTA – Dalam momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia mengajak masyarakat desa meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
Ajakan ini berangkat dari fakta bahwa Indonesia masih termasuk negara dengan tingkat risiko bencana tinggi, sebagaimana tergambar dalam WorldRiskReport 2023, yang menyoroti potensi bahaya alam, tingkat keterpaparan masyarakat, serta kesiapan menghadapi situasi darurat.
Kesiapsiagaan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Kemendes menekankan kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus tumbuh dari tingkat keluarga dan desa.
Langkah sederhana seperti mengenali potensi risiko di sekitar, memahami jalur evakuasi, menyiapkan rencana darurat, hingga membangun budaya saling mengingatkan dinilai menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana.
> “Kesiapsiagaan hari ini bisa menyelamatkan banyak hal di masa depan,” menjadi pesan utama dalam peringatan tersebut.
Dorong Desa Tangguh Bencana
Peringatan ini juga menjadi momentum memperkuat konsep Desa Tangguh Bencana, di mana masyarakat desa didorong tidak hanya responsif saat bencana terjadi, tetapi juga siap sejak sebelum ancaman datang.
Penguatan ketangguhan desa dipandang sejalan dengan pembangunan berbasis mitigasi, perlindungan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan desa.
Bangun Kesadaran Kolektif
Kemendes PDT mengajak seluruh elemen desa—pemerintah desa, relawan, pemuda, kelompok perempuan, hingga masyarakat umum—untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya bersama.
Menurut Kemendes, kesadaran kolektif dan kesiapan menghadapi risiko merupakan fondasi penting dalam melindungi masyarakat desa dari dampak bencana.
Momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa kesiapan bukan pilihan, melainkan kebutuhan.
Laporan: Humas Kemendes
Editor: Fernando Albert Damanik
#KemendesPDT #BangunDesaBangunIndonesia #HariKesiapsiagaanBencana2026 #DesaTangguhBencana #SiapUntukSelamat


















Komentar