Nusantara News Today – Ambisi bisa menjadi bahan bakar untuk meraih prestasi. Namun ketika ambisi berubah menjadi ambisi buta, manusia dapat berubah menjadi “serigala” bagi sesamanya.
Demi kursi, pangkat, dan jabatan, banyak orang tega mengorbankan prinsip, harga diri, bahkan sesama manusia. Tidak sedikit yang akhirnya terjebak dalam perilaku yang merusak dirinya sendiri dan lingkungannya.
Mari kita renungkan 7 hal yang kerap dilakukan orang demi jabatan, agar kita waspada dan tidak terperosok dalam pola yang sama.
1. Mengorbankan Kebenaran
Berbohong, menutup-nutupi fakta, bahkan memutarbalikkan realitas. Demi jabatan, ada yang rela membungkam suara hati dan mengorbankan kejujuran — padahal kebenaran adalah dasar utama seorang pemimpin.
2. Menjilat Atasan
Sikap penjilat menjadi penyakit kronis dalam dunia kerja. Demi disukai atasan, ada yang menutup mata terhadap kesalahan, memuji berlebihan, bahkan merendahkan diri tanpa harga diri.
3. Menjatuhkan Teman Sejawat
Persaingan jabatan sering membuat orang tega menusuk dari belakang. Fitnah, gosip, hingga sabotase dilakukan agar pesaing tersingkir. Padahal persahabatan dan kerja sama jauh lebih berharga daripada kursi jabatan yang sementara.
4. Menghalalkan Segala Cara
Sogokan, manipulasi, hingga kolusi. Prinsip “tujuan menghalalkan cara” menjadi pegangan. Padahal cara-cara kotor itu justru meninggalkan luka dan jejak hitam yang sulit dihapus.
5. Mengorbankan Integritas Pribadi
Diam ketika salah, ikut arus meski tahu keliru. Integritas pribadi dikorbankan demi kenyamanan posisi. Lama-kelamaan hati nurani pun menjadi tumpul.
6. Mengorbankan Keluarga
Waktu, perhatian, bahkan kasih sayang pada keluarga sering dikorbankan. Jabatan jadi nomor satu, rumah tangga berantakan nomor sekian. Padahal keluarga adalah pondasi yang tak tergantikan.
7. Mengkhianati Tuhan
Inilah yang paling berbahaya. Ada yang lebih takut kehilangan jabatan daripada kehilangan hubungan dengan Tuhan. Padahal, jabatan manusia hanya sementara, tetapi pertanggungjawaban kepada Tuhan bersifat kekal.
Refleksi
Jabatan itu baik jika diperoleh dan dijalankan dengan benar. Tetapi jabatan bukanlah segala-galanya. Lebih mulia kehilangan jabatan karena memegang kebenaran, daripada meraih jabatan dengan cara kotor.
Seperti firman Tuhan dalam Matius 16:26:
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”
Ayat ini menegaskan: setinggi apa pun jabatan manusia, semuanya tidak ada artinya jika integritas, hati nurani, dan iman kepada Tuhan dikorbankan.
Jabatan bisa hilang, tetapi harga diri, integritas, dan iman adalah warisan abadi.
Tuhan Yesus memberkati.
✍️ Redaksi | Opini Publik Nusantara News Today

















Komentar