PEMATANGSIANTAR – Semangat persatuan dan pelestarian budaya Simalungun mencapai puncaknya di Kota Pematangsiantar. Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar-Simalungun terpilih, Satben Rico Damanik, memimpin langsung arak-arakan budaya yang spektakuler, menyatukan ribuan anggota marga Damanik dalam acara Patampei Sihilap (Pengukuhan Pengurus) dan Marsombuh Sihol (Melepas Rindu) pada Sabtu (29/11/2025).
Lapangan Adam Malik dipenuhi tumpah ruah oleh keluarga besar TDBP, menandai dimulainya kepemimpinan Satben Rico Damanik periode 2025-2030 dengan aksi nyata persatuan.
Kirab Budaya dan Pengukuhan Simbolis
Rangkaian acara diawali dengan ritual adat Maranggir (penyucian diri secara adat) bagi seluruh pengurus.
Kirab Simbolis: Puncak acara adalah kirab budaya, di mana Satben Rico Damanik menunggang kuda bersama Ketua Umum TDBPI, Irjen Pol Purn. Wagner Damanik, dari Tugu Becak menuju Lapangan Adam Malik, diikuti oleh seluruh pengurus terpilih yang berjalan kaki.
Prosesi Pengukuhan: Irjen Pol Purn. Wagner Damanik melaksanakan Patampei Sihilap kepada Pengurus TDBP Siantar-Simalungun, yang kemudian dilanjutkan oleh Satben Rico Damanik mengukuhkan pengurus TDBP Kecamatan se-Siantar Simalungun.
Pesan Pemimpin Daerah: Budaya Adalah Modal Sosial
Acara akbar ini mendapat perhatian serius dari pemimpin daerah, menegaskan relevansi nilai adat dalam mendukung program pemerintah:
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih: Menyampaikan bahwa momen kebersamaan ini adalah pengingat bahwa nilai persatuan harus terus dijaga, sebab “Budaya yang kuat akan melahirkan karakter masyarakat yang kuat.”
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi: Menekankan pentingnya Poda-poda Simalungun (delapan pedoman hidup leluhur) sebagai modal sosial. “Poda-poda itu bukan sekadar filosofi budaya. Ia adalah modal sosial yang akan membawa Pematangsiantar menjadi kota yang sehat, kreatif, harmonis, dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Komitmen TDBP: Merawat Identitas dan Monumen Sangnaualuh
Satben Rico Damanik menegaskan bahwa Patampei Sihilap adalah komitmen merawat identitas dan memperkuat fondasi sosial budaya yang diwariskan ratusan tahun lalu.
“Filosofi Marsombuh Sihol (‘melepas rindu’) menjadi inti kegiatan ini. Kami juga menyoroti Monumen Raja Sangnaualuh Damanik di Pematangsiantar sebagai simbol persatuan yang memantik semangat untuk menyatukan ide dan langkah bersama,” kata Rico.
Jenderal Wagner Damanik melihat kehadiran generasi muda yang dipimpin Satben Rico sebagai kekuatan besar TDBP untuk menghadapi tantangan masa depan dan aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri lengkap oleh jajaran Forkopimda Pematangsiantar dan Simalungun, menunjukkan sinergi kuat antara lembaga adat, pemerintah, dan aparat negara dalam melestarikan budaya Simalungun.(FAD)

















Komentar