AMSI Gelar Deklarasi Antinarkoba di Depan Kantor Bupati Simalungun
SIMALUNGUN, NUSANTARA NEWS TODAY — Angkatan Muda Simalungun (AMSI) menggelar deklarasi antinarkoba bertajuk “Tolak Narkoba, War on Drugs, Bersama Kita Lawan!” di depan Kantor Bupati Simalungun, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Simalungun Bersinar: Bersih Narkoba!” ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus mengintai generasi muda.
Deklarasi tersebut bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini dirancang sebagai gerakan kolektif untuk membangun kesadaran masyarakat — khususnya kalangan muda — agar mampu menjaga diri, menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat, serta memiliki keberanian untuk menolak narkotika dalam situasi apa pun.
AMSI menggandeng berbagai unsur dalam penyelenggaraan kegiatan ini, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga terkait, hingga tokoh publik yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Simalungun. Kegiatan dipandu oleh Gullit L. Saragih sebagai moderator, sementara Toro Bulan Saragih tercatat sebagai pihak yang mengorganisasi jalannya acara.
Kapolres Simalungun: Kesadaran Hukum dan Keberanian Menolak Harus Dibangun Sejak Dini

Kapolres Simalungun, AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian penting dari gerakan edukasi antinarkoba yang ingin menanamkan pemahaman bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan hukum dengan konsekuensi serius.
Generasi muda perlu memahami bahwa keterlibatan dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menghancurkan kehidupan sosial, serta menutup peluang masa depan. Karena itu, kesadaran hukum perlu ditumbuhkan sejak dini agar pemuda memiliki pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan.
Kapolres juga menekankan pentingnya keberanian untuk berkata tidak terhadap ajakan yang berisiko. Di tengah tekanan pergaulan, kemampuan mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab menjadi benteng utama bagi setiap individu. Edukasi yang konsisten, disiplin diri, dan dukungan lingkungan yang sehat menjadi tiga pilar yang perlu diperkuat secara bersamaan.
Selain itu, Kapolres mendorong agar masyarakat tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Kepedulian sosial, termasuk keberanian untuk melaporkan indikasi peredaran narkotika melalui saluran resmi, merupakan kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap warga dalam mendukung upaya penegakan hukum.
Jeka Saragih: Olahraga Ajarkan Disiplin dan Mental Kuat untuk Lawan Pengaruh Negatif

Kehadiran atlet UFC Jeka Saragih dalam deklarasi ini memberikan warna tersendiri. Sebagai putra Simalungun yang telah menapaki karier di panggung olahraga internasional, Jeka menjadi figur inspiratif yang dekat secara kultural dengan generasi muda di daerahnya.
Perjalanan seorang atlet profesional tidak terlepas dari nilai-nilai yang juga relevan dalam kehidupan sehari-hari: disiplin yang ketat, kerja keras tanpa kompromi, konsistensi dalam latihan, serta kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi tekanan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi karakter seseorang agar tidak mudah goyah oleh pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.
Jeka mendorong pemuda Simalungun untuk mengembangkan potensi diri melalui jalur yang positif — baik melalui olahraga, pendidikan, seni, maupun kegiatan produktif lainnya. Menjauhi narkoba, menurutnya, adalah bagian dari keputusan untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, membangun karakter yang tangguh, serta membuka jalan menuju cita-cita yang lebih besar.
Kehadiran Jeka dalam forum ini juga menyampaikan pesan penting: bahwa anak muda dari daerah mana pun, termasuk Simalungun, mampu meraih prestasi yang membanggakan jika memilih jalan yang benar dan berani menjaga integritas diri.
Pemerintah Kabupaten Simalungun: SDM Sehat dan Berkarakter adalah Modal Pembangunan

Bupati Simalungun, Dr. Ir. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., dalam kegiatan tersebut diwakili oleh unsur Pemerintah Kabupaten Simalungun. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan Simalungun tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki kemampuan merupakan modal utama bagi kemajuan daerah dalam jangka panjang. Karena itu, kegiatan kepemudaan yang mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepedulian sosial perlu terus didukung dan difasilitasi.
Penciptaan lingkungan yang kondusif bagi produktivitas generasi muda juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mencegah masuknya pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
BNN Simalungun: Pencegahan Berkelanjutan Dimulai dari Keluarga
Kepala BNN Kabupaten Simalungun, AKBP Suhana Sinaga, S.Kom., M.Si., dalam kegiatan ini diwakili oleh unsur BNN Kabupaten Simalungun. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan — bukan hanya melalui kegiatan insidental, tetapi melalui program edukasi yang terstruktur dan penguatan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
Generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang utuh tentang dampak narkotika terhadap kesehatan fisik dan mental, termasuk bagaimana ketergantungan dapat menghancurkan kehidupan sosial dan menutup peluang masa depan. Pemahaman ini perlu ditanamkan sedini mungkin, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Keluarga disebut sebagai benteng pertama yang perlu diperkuat. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, perhatian yang konsisten, serta penciptaan suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan terhadap pengaruh narkotika.
BNN juga mengingatkan bahwa penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika tidak semata-mata bersifat hukuman, tetapi juga memerlukan pendekatan kesehatan dan pemulihan. Masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya proses rehabilitasi dan memberikan dukungan bagi mereka yang sedang dalam proses pemulihan agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Lembaga Pemasyarakatan: Konsekuensi Nyata Narkoba Harus Jadi Pelajaran Berharga
Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, Pujiono Slamet, dalam kegiatan ini diwakili oleh unsur lembaga pemasyarakatan. Pesan dari perwakilan lapas memberikan perspektif yang berbeda namun penting: bahwa konsekuensi hukum dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika adalah nyata, dan dampaknya sangat serius terhadap kehidupan seseorang.
Proses hukum, kehilangan kebebasan, terputusnya hubungan sosial, dan terbatasnya akses terhadap berbagai kesempatan hidup merupakan gambaran nyata dari apa yang dapat ditimbulkan oleh keterlibatan dalam dunia narkotika. Edukasi kepada generasi muda perlu menyertakan gambaran nyata ini agar pemahaman tentang risiko tidak hanya bersifat abstrak.
Di sisi lain, proses pembinaan terhadap warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan juga menjadi bagian penting dari upaya perubahan perilaku. Tujuannya adalah agar para warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik dan mampu menjalani kehidupan yang produktif. Masyarakat diharapkan membangun kepedulian sekaligus membuka ruang bagi proses pemulihan tersebut.
TNI: Disiplin dan Ketahanan Diri sebagai Kekuatan Pemuda
Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Agm. R. Kinand, S.E., M.I.P., dalam kegiatan ini diwakili oleh unsur TNI. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam pembinaan militer — disiplin, ketahanan diri, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan — dinilai relevan dan perlu diadopsi oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Pemuda yang memiliki tujuan hidup yang jelas, mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, dan membangun kebiasaan positif akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai godaan dan tekanan lingkungan. Ketahanan mental dan karakter yang kuat adalah aset yang tidak ternilai bagi setiap individu maupun bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan.
TNI juga mendorong penguatan semangat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan pemuda. Dengan menjadi bagian dari solusi — bukan bagian dari masalah — generasi muda dapat berkontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
DPRD Simalungun: Kolaborasi Lintas Sektor adalah Kunci
Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Sugiarto, S.E., dalam kegiatan ini diwakili oleh unsur DPRD Kabupaten Simalungun. Dari sisi kebijakan, DPRD menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan seremonial — diperlukan dukungan kebijakan yang kuat, pengawasan yang konsisten, serta program jangka panjang yang menyentuh akar permasalahan.
Pencegahan perlu menjadi perhatian bersama yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan generasi muda yang terstruktur, serta dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat luas menjadi pilar penting dalam membangun ketahanan sosial yang berkelanjutan terhadap penyalahgunaan narkotika.
Generasi Muda Simalungun Diharapkan Jadi Pelopor Gerakan Bersih Narkoba
Deklarasi yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Simalungun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kolektif terhadap masa depan generasi muda Simalungun. Lebih dari sekadar pernyataan sikap, deklarasi ini diharapkan menjadi titik awal dari gerakan yang terus hidup dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Generasi muda Simalungun diharapkan mampu tampil sebagai pelopor dalam menyebarkan kesadaran antinarkoba, membangun lingkungan pergaulan yang sehat, dan mengembangkan potensi diri melalui jalur-jalur yang positif dan produktif. Keberanian untuk menolak narkoba adalah bentuk tanggung jawab tertinggi terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan daerah.
Gerakan antinarkoba sejati tidak berhenti pada momen deklarasi. Ia perlu terus dihidupkan melalui edukasi yang konsisten, keteladanan dari tokoh-tokoh masyarakat, keterlibatan aktif keluarga, serta tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh komunitas di tingkat paling bawah. Sebab melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum — ini adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk melindungi masa depan generasi penerus bangsa.
Bersama Kita Lawan Narkoba! Simalungun Bersinar, Bersih Narkoba!
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

























Komentar