Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga, Pemkab Simalungun Ikuti Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

Waktu baca 4 menitDiperbarui 21 Oktober 2026, 13:48 WIB

Pemkab Simalungun Bergabung dalam Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak Se-Sumatera Utara

SIMALUNGUN, NUSANTARA NEWS TODAY – Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi mengambil bagian dalam Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak se-Provinsi Sumatera Utara, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ketersediaan pasokan cabai, mendorong peningkatan produksi pertanian, sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi di daerah.

Peluncuran penanaman di tingkat kabupaten dilaksanakan di lahan UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Kegiatan dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, yang hadir mewakili Bupati Simalungun. Setelah peluncuran ini, gerakan serupa akan dilanjutkan oleh kelompok-kelompok tani di berbagai kecamatan di wilayah Simalungun.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Dipimpin Pemprov Sumut Secara Daring, Diikuti Seluruh Kabupaten dan Kota

Pelaksanaan gerakan tanam cabai merah di tingkat provinsi secara resmi dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, melalui rapat daring menggunakan platform Zoom Meeting. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara, dan dirangkai dengan peresmian Kampus Mandiri Pangan Politeknik Pembangunan Perikanan (Polbankan) Medan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, dalam laporannya menegaskan bahwa gerakan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah. Tujuannya mencakup peningkatan produksi cabai merah, pemastian ketersediaan pasokan di pasaran, pengendalian inflasi, serta penguatan ketahanan pangan secara menyeluruh.

Momentum pelaksanaan gerakan ini pun dinilai tepat. Kebutuhan masyarakat akan cabai merah cenderung meningkat signifikan menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga langkah antisipatif dari sisi produksi menjadi sangat penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Gubernur Bobby Ajak Manfaatkan Lahan Pekarangan hingga Lingkungan Sekolah

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Timur Tumanggor, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut gerakan tanam cabai sebagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah. Ia secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membiarkan lahan di sekitar mereka menganggur.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah, lahan perkantoran, lingkungan sekolah, dan berbagai lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif. Kita ingin membangun budaya menanam yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan kebutuhan pangan sehari-hari,” demikian bunyi sambutan Gubernur.

Gubernur Bobby juga menyambut baik pengembangan Kampus Mandiri Pangan dan berharap perguruan tinggi dapat menjadi pusat inovasi sekaligus pelopor pemanfaatan lahan secara produktif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, kelompok tani, mahasiswa, dan masyarakat demi mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh serta meningkatkan kesejahteraan warga Sumatera Utara.

Kecamatan Purba, Sentra Cabai Merah di Ketinggian Lebih dari Seribu Meter

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, menjelaskan bahwa pemilihan Kecamatan Purba sebagai lokasi peluncuran gerakan bukan tanpa alasan. Wilayah ini merupakan salah satu sentra utama budidaya cabai merah di Kabupaten Simalungun, dengan kondisi geografis yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut — kondisi yang dinilai sangat sesuai untuk pertumbuhan optimal tanaman cabai merah.

“Kegiatan kita laksanakan di Kecamatan Purba bersama Kelompok Tani Cempaka, Nagori Hinalang, untuk memenuhi kebutuhan cabai di Kabupaten Simalungun dan juga Provinsi Sumatera Utara,” ujar Jenri.

Lebih jauh, Jenri menyebutkan bahwa Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai merah di Sumatera Utara. Berdasarkan data hingga September 2026, luas lahan pertanian cabai merah di Simalungun telah mencapai 141,5 hektare — angka yang mencerminkan potensi besar daerah ini dalam menopang kebutuhan komoditas cabai di tingkat provinsi.

Harapan: Semangat Petani Tumbuh, Pasokan Terjaga, Harga Tetap Terjangkau

Jenri Saragih mengungkapkan harapannya agar gerakan tanam cabai merah serentak ini mampu menumbuhkan semangat dan produktivitas petani di seluruh wilayah Simalungun. Kesinambungan pasokan, menurutnya, adalah kunci utama dalam menjaga harga cabai agar tidak melonjak dan membebani masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan nasional.

Melalui partisipasi dalam gerakan ini, Pemkab Simalungun berharap produksi cabai merah di daerahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan pasokan yang lebih terjaga dan distribusi yang lancar, diharapkan harga cabai di pasar dapat tetap berada pada level yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Gerakan tanam cabai merah serentak ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan semata tanggung jawab petani, melainkan agenda bersama yang menghubungkan pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 3 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar