Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Perkuat Akses Internet Nasional

Jakarta4533 Dilihat

JAKARTA – resmi membuka lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler tahun 2026 sebagai langkah memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas akses internet di Indonesia.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur digital nasional, terutama untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin meningkat di berbagai sektor.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Perluas Jangkauan dan Tingkatkan Kualitas Layanan

Spektrum 700 MHz dinilai strategis untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk menjangkau wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan akses internet.

Sementara pita 2,6 GHz diproyeksikan mendukung peningkatan kapasitas jaringan, termasuk menghadapi lonjakan kebutuhan data dan penguatan layanan broadband.

“Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas internet nasional,” menjadi semangat utama kebijakan tersebut.

Dorong Transformasi Digital

Lelang frekuensi ini juga dipandang sebagai fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital, termasuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital, pendidikan, layanan publik, dan konektivitas desa.

Pemerintah menilai penguatan jaringan seluler menjadi bagian krusial menuju pemerataan akses digital yang inklusif.

Dukung Ekspansi Jaringan Seluler 2026

Melalui proses lelang ini, operator telekomunikasi diharapkan dapat memperkuat ekspansi layanan jaringan pada tahun 2026, baik dari sisi cakupan maupun kualitas.

Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Dengan pembukaan lelang frekuensi ini, pemerintah berharap kualitas internet nasional semakin andal, merata, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Laporan : Humas komdigi

Editor : Fernando Albert Damanik

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar