JAKARTA – Semangat “Satu Komando, Satu Aturan, Satu Kesatuan” mewarnai Apel Peringatan HUT ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang digelar di Kementerian Sosial, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Sosial , Wakil Menteri Sosial , serta ribuan anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam momentum tersebut, Tagana kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan negara dalam penanggulangan bencana dan perlindungan sosial masyarakat.
Penanggulangan Bencana Harus Berbasis Sistem dan Data
Dalam apel tersebut ditegaskan bahwa penanggulangan bencana harus berbasis sistem, data, dan respons cepat agar penanganan tepat sasaran, sekaligus diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar negara mampu menghadirkan respons yang efektif dalam menghadapi berbagai ancaman kebencanaan yang semakin kompleks.
“Tagana terus ada, bergerak, dan melindungi,” menjadi semangat yang ditekankan dalam peringatan HUT ke-22 tersebut.
22 Tahun Mengabdi untuk Negeri
Selama dua dekade lebih, Tagana dinilai telah berperan tidak hanya dalam respons bencana, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai program perlindungan sosial dan pembangunan sosial di Indonesia.
Perjalanan 22 tahun ini disebut menjadi bukti konsistensi Tagana sebagai relawan sosial yang hadir di garis depan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Perkuat Kolaborasi untuk Perlindungan Sosial
Momentum HUT Tagana juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin tangguh.
Pemerintah berharap semangat pengabdian Tagana terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan perlindungan sosial yang responsif dan berkelanjutan.
Laporan : Humas
Editor : Fernando Albert Damanik
#KitaMulaiCaraBaru #Tagana



















Komentar