JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyoroti peran teknologi digital dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dua desa di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi contoh nyata penerapan inovasi digital yang berfokus pada kesehatan anak.
Inovasi ini membuktikan bahwa program #DesaDigital bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang kepedulian terhadap kehidupan dan masa depan generasi sehat Indonesia.
Inovasi Digital untuk Kesehatan Anak
Dua desa yang sukses menerapkan teknologi untuk kesehatan, antara lain:
- Desa Kauman, Bojonegoro (Jawa Timur): Desa ini menghadirkan aplikasi SiBaKu (Sistem Informasi Bayi dan Balita Kauman). Aplikasi ini berfungsi untuk memantau tumbuh kembang anak secara digital, memungkinkan stakeholder kesehatan desa dan orang tua melacak status kesehatan balita secara real-time dan proaktif.
- Desa Krandegan, Purworejo (Jawa Tengah): Desa ini mengembangkan aplikasi SIPenTing (Sistem Informasi Pemantauan & Pencegahan Stunting). SIPenTing dirancang untuk memudahkan masyarakat memantau gizi dan tumbuh kembang anak, menjadi alat efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Kedua inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi cerdas (smart) dan mandiri melalui pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran.
Komitmen Kemendes PDTT
Kemendes PDTT menegaskan dukungannya terhadap inisiatif serupa di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi di sektor kesehatan desa dianggap krusial, mengingat tantangan aksesibilitas layanan kesehatan di daerah seringkali menjadi kendala.
Dengan semangat #BangunDesaBangunIndonesia, Kemendes PDTT mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan desa yang cerdas, sehat, dan mandiri melalui digitalisasi.
redaksi


















Komentar