Dari Monas, Buruh Suarakan Kesejahteraan Menyeluruh

Presiden Janjikan Tindak Lanjut Aspirasi

Jakarta4562 Dilihat

JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi panggung penyampaian aspirasi buruh terkait kesejahteraan yang lebih menyeluruh dan berkeadilan.

Dalam momentum tersebut, ribuan buruh menyuarakan tuntutan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga mencakup aspek fundamental lainnya seperti upah layak, perlindungan hukum, sistem perpajakan yang adil, jaminan sosial yang kuat, serta regulasi ketenagakerjaan yang berpihak kepada pekerja.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Buruh Tegaskan Konsep Kesejahteraan Utuh

Para buruh menilai bahwa program perumahan bagi pekerja merupakan langkah positif, namun belum cukup tanpa diiringi kebijakan lain yang mendukung kesejahteraan secara menyeluruh.

“Kerja layak, hidup layak, dan masa depan layak,” menjadi pesan utama yang digaungkan dalam peringatan May Day di Monas.

Aspirasi tersebut mencerminkan harapan agar pemerintah menghadirkan kebijakan yang tidak parsial, melainkan menyentuh seluruh aspek kehidupan pekerja.

Presiden Hadir dan Dengarkan Aspirasi

Dalam peringatan tersebut, Prabowo Subianto hadir langsung di tengah massa buruh sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendengar suara pekerja.

Kehadiran Presiden dinilai sebagai sinyal kuat bahwa negara membuka ruang dialog dan siap merespons aspirasi buruh secara serius.

Komitmen Tindak Lanjut Kebijakan

Pemerintah menyampaikan bahwa berbagai tuntutan yang disuarakan akan dikaji, ditindaklanjuti, dan diakomodasi dalam kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Momentum Perkuat Kebijakan Pro-Buruh

May Day 2026 di Monas menjadi momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan ketenagakerjaan nasional agar lebih inklusif dan berkeadilan.

Buruh berharap, komitmen yang disampaikan tidak berhenti pada seremonial, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret yang mampu meningkatkan kualitas hidup pekerja di Indonesia.

Dengan semangat solidaritas, peringatan ini menjadi simbol perjuangan buruh dalam mewujudkan kesejahteraan yang utuh dan berkelanjutan.

Editor: Fernando Albert Damanik

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar