Torehkan Prestasi Nasional, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Raih Dua Penghargaan dalam Program Desa Binaan Imigrasi

Bagikan:➤☎
Waktu baca 4 menitDiperbarui 1 November 2026, 08:45 WIB

Imigrasi Belawan Ukir Prestasi di Ajang Nasional

Komitmen membangun pengawasan keimigrasian yang berakar di tengah masyarakat kembali membuahkan hasil bagi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Tahun 2026, kantor tersebut berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus atas kontribusi dan kinerja aktif dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Penghargaan diraih pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Kegiatan Bimtek Pimpasa Tahun 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 Oktober 2026, bertempat di Hotel Novotel Tangerang, Banten. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan hadir diwakili oleh Kepala Kantor, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama perwakilan petugas Pimpasa, Bayu Segara.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Dua Penghargaan Sekaligus untuk Imigrasi Belawan

Dalam ajang tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan berhasil meraih predikat Kantor Imigrasi Teraktif Kedua dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi secara nasional. Pencapaian itu mencerminkan konsistensi jajaran kantor dalam menjalankan program yang menempatkan petugas imigrasi langsung bersentuhan dengan masyarakat desa.

Tidak berhenti di situ, petugas Pimpasa dari Imigrasi Belawan, Bayu Segara, turut menorehkan namanya sebagai Petugas Imigrasi Pembina Desa Teraktif Keempat secara nasional. Penghargaan ini menjadi cerminan dedikasi personal sekaligus bukti bahwa kinerja lapangan para petugas mendapat pengakuan resmi dari institusi.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Kombes Pol. Agus Waluyo, S.I.K., kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, dalam seremoni penutupan kegiatan Bimtek.

Program Desa Binaan Imigrasi: Lebih dari Sekadar Pengawasan

Program Desa Binaan Imigrasi merupakan pendekatan proaktif institusi keimigrasian dalam memperluas fungsinya melampaui batas pintu pemeriksaan. Melalui program ini, petugas Pimpasa hadir langsung di tengah komunitas desa untuk menjalankan fungsi ganda: pengawasan keimigrasian sekaligus edukasi masyarakat.

Para petugas tidak hanya bertugas memantau pergerakan orang asing atau potensi pelanggaran keimigrasian, tetapi juga aktif membangun kesadaran hukum warga, memberikan pemahaman tentang prosedur ketenagakerjaan ke luar negeri yang legal, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus pelanggaran keimigrasian yang kerap menyasar kelompok rentan.

Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif dalam mendeteksi potensi kerawanan wilayah sejak dini, sebelum berkembang menjadi persoalan hukum yang lebih kompleks. Dengan kehadiran petugas Pimpasa di level desa, institusi imigrasi memiliki jaringan informasi yang lebih luas dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

Bimtek Pimpasa 2026: Forum Strategis Penguatan Kapasitas

Bimtek Pimpasa Tahun 2026 tidak semata dirancang sebagai ajang penghargaan, melainkan juga forum strategis peningkatan kapasitas petugas dan penguatan koordinasi lintas instansi. Sejumlah narasumber dari lembaga penegak hukum dan intelijen negara turut hadir memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta.

Materi yang disampaikan mencakup upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan calon pekerja migran Indonesia, pemetaan potensi kerawanan wilayah, penguatan intelijen keimigrasian, hingga optimalisasi jaringan informasi berbasis partisipasi masyarakat desa. Narasumber berasal dari berbagai instansi, antara lain Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Korps Pembinaan Masyarakat Baharkam Polri, BAIS TNI, serta jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dengan pembekalan tersebut, petugas Pimpasa diharapkan semakin tajam dalam mengenali indikasi awal kerawanan, membangun komunikasi yang efektif dengan warga, serta memperkuat perannya sebagai penghubung strategis antara institusi imigrasi dan komunitas desa yang menjadi wilayah binaannya.

Kepala Kantor: Penghargaan Adalah Tanggung Jawab Baru

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh satuan kerja maupun petugas Pimpasa. Namun ia menekankan bahwa penghargaan yang diterima bukan semata simbol kebanggaan, melainkan juga menjadi beban tanggung jawab yang harus dijawab dengan kinerja yang lebih baik ke depan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi dan mengoptimalkan peran Pimpasa sebagai penghubung antara imigrasi dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi, pengawasan, serta upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana perdagangan orang melalui kolaborasi bersama masyarakat dan instansi terkait,” ujar Eko Yudis.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kerja Imigrasi Belawan ke depan: tidak berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan menjadikannya pijakan untuk terus tumbuh dalam melayani dan melindungi masyarakat.

Komitmen Berkelanjutan: Membangun Pengawasan Berbasis Partisipasi Masyarakat

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program Desa Binaan Imigrasi secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat, serta optimalisasi peran petugas Pimpasa akan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan keimigrasian yang responsif dan berbasis partisipasi masyarakat.

Capaian ini sekaligus mempertegas pandangan bahwa keberhasilan tugas keimigrasian tidak semata diukur dari intensitas pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah, melainkan juga dari kemampuan institusi untuk hadir di tengah masyarakat, mendeteksi potensi kerawanan, serta melakukan pencegahan secara dini sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

Langkah Imigrasi Belawan juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang menekankan bahwa penguatan fungsi keimigrasian harus dilaksanakan secara proaktif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Dua penghargaan nasional telah dikantongi, namun bagi jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, perjalanan itu belum berakhir. Semangat “Imigrasi untuk Rakyat” terus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian — hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, dan memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang demi melindungi warga yang paling rentan sekalipun.

(Hendra)

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 4 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar