- Kemarau Panjang Pukul Ribuan Warga Banten
Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten kembali menunjukkan dampaknya yang nyata terhadap kehidupan warga. Sumur-sumur tradisional milik warga mulai mengering satu per satu, meninggalkan ribuan kepala keluarga dalam kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar: air bersih untuk minum, memasak, dan keperluan sanitasi sehari-hari.
Kondisi ini paling dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di desa-desa terpencil di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Di kedua wilayah tersebut, ketergantungan pada sumber air alami seperti sumur dan mata air masih tinggi, sehingga ketika musim kering berkepanjangan, dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari.
PTPN IV PalmCo Turun Tangan Lewat Program TJSL
Merespons kondisi tersebut, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mengambil langkah konkret dengan menyalurkan bantuan air bersih secara langsung ke desa-desa terdampak. Total sebanyak 101.000 liter air bersih disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap, bersumber dari dua kanal: alokasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta penggalangan dana swadaya dari kalangan karyawan internal.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa program ini merupakan cerminan langsung dari komitmen sosial korporasi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PTPN IV PalmCo. Kami berupaya membantu masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau saat ini,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.
Tahap Pertama: 41 Ribu Liter untuk Lima Desa di Pandeglang
Penyaluran tahap pertama telah direalisasikan pada akhir pekan terakhir. Pada tahap ini, sebanyak 41.000 liter air bersih didistribusikan kepada 750 kepala keluarga yang tersebar di lima desa di Kabupaten Pandeglang. Pendanaan tahap awal ini sepenuhnya bersumber dari program TJSL perusahaan.
Kelima desa yang menjadi sasaran distribusi pertama adalah Desa Bungurcopong, Desa Pasirsedang, Desa Kadumalati, Desa Pasirpanjang, dan Desa Ganggaeng. Armada truk tangki air diturunkan langsung ke lokasi, dan warga pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sejak kendaraan tiba di desa, warga berdatangan membawa jerigen, ember, hingga galon untuk menampung air yang disalurkan.
Solidaritas Karyawan Perluas Jangkauan ke Tahap Kedua
Di luar jalur TJSL korporasi, inisiatif yang tak kalah bermakna muncul dari dalam tubuh perusahaan sendiri. Para karyawan di kantor pusat PTPN IV PalmCo secara sukarela menggalang dana pribadi guna memperluas cakupan bantuan yang semula hanya bisa dijangkau melalui anggaran program resmi.
Jatmiko mengapresiasi langkah spontan yang lahir dari kepedulian para pekerjanya itu. “Selain dari program TJSL perusahaan, rekan-rekan karyawan di Head Office berinisiatif mengumpulkan dana pribadi untuk memperluas jangkauan bantuan. Ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian dari para pekerja terhadap masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hasil penggalangan dana karyawan tersebut akan diwujudkan dalam penyaluran tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Oktober 2026. Pada tahap ini, sebanyak 60.000 liter air bersih siap didistribusikan, dengan jangkauan yang diperluas tidak hanya ke Kabupaten Pandeglang, tetapi juga menjangkau wilayah Kabupaten Lebak. Sedikitnya 10 desa tambahan yang tengah menghadapi krisis serupa akan menjadi sasaran, dengan proyeksi penerima manfaat mencapai 1.750 kepala keluarga.
Apresiasi Pemerintah Desa: Kepedulian yang Diharapkan Berlanjut
Di lapangan, kehadiran bantuan air bersih ini disambut dengan rasa syukur oleh pemerintah desa dan warga setempat. Kepala Desa Ganggaeng, Kecamatan Picung, Gopur Gojali, menyampaikan terima kasih yang tulus atas respons cepat dari pihak perusahaan.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Ganggaeng dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Manajemen PTPN IV PalmCo Kebun Kertajaya atas bantuan air bersih yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi yang nyata antara perusahaan dengan masyarakat sekitar,” tutur Gopur.
Gopur juga mengungkapkan harapannya agar hubungan baik yang terjalin melalui momen ini dapat menjadi fondasi kerja sama jangka panjang. “Semoga kerja sama dan kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ganggaeng,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Pasir Sedang, Kecamatan Picung, Agus Wahyudin, turut menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah desa dan dunia usaha, khususnya dalam menghadapi situasi darurat seperti kemarau panjang.
“Kami berharap sinergi dan hubungan baik antara Pemerintah Desa Pasir Sedang, masyarakat, dan PTPN IV PalmCo Kebun Kertajaya dapat terus terjalin dan ditingkatkan melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Agus.
Pemantauan Berlanjut, Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Dijaga
Dengan total 15 desa yang masuk dalam cakupan distribusi dua tahap ini, PTPN IV PalmCo memperkirakan bantuan air bersih tersebut dapat menyentuh ribuan kepala keluarga terdampak di dua kabupaten sekaligus. Pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta menjalin koordinasi aktif dengan pemerintah daerah setempat demi memastikan penanganan dampak kekeringan berjalan secara terukur dan tepat sasaran.
Langkah PTPN IV PalmCo ini menjadi pengingat bahwa peran korporasi di tengah krisis lingkungan tidak hanya berhenti pada pernyataan kepedulian. Ketika ratusan kepala keluarga mengantre dengan jerigen dan ember di bawah terik matahari, kehadiran armada tangki air dari sebuah perusahaan negara menjadi jawaban nyata atas kebutuhan yang tidak bisa menunggu.
(Hendra)
Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik























Komentar