Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Pimpin TNI AD

Bagikan:➤☎
Waktu baca 3 menitDiperbarui 15 Oktober 2026, 14:22 WIB

Prabowo Lantik Dua Jenderal pada Posisi Strategis TNI

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dalam sebuah upacara resmi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Pelantikan dua perwira tinggi tersebut menandai pengisian sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI, sekaligus menjadi sinyal arah kepemimpinan militer Indonesia dalam mendukung agenda pertahanan dan pembangunan nasional ke depan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Maruli Simanjuntak: Antara Tugas Kemiliteran dan Mandat Perbatasan

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Panglima TNI, Maruli Simanjuntak mengemban tanggung jawab utama untuk membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi secara menyeluruh. Posisi ini menempatkannya sebagai figur sentral kedua dalam hierarki komando militer nasional.

Namun tanggung jawab Maruli tidak berhenti pada ranah kemiliteran semata. Ia juga disebut mengemban tugas sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil — sebuah mandat yang membawa dimensi berbeda, yakni memastikan kehadiran negara di wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan pembangunan.

Di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, tantangan yang dihadapi bersifat struktural dan berlapis. Penguatan perekonomian lokal, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar di kawasan yang jauh dari pusat pemerintahan menjadi persoalan yang menuntut pendekatan lintas sektor, bukan sekadar pengerahan aparat.

Keberhasilan menjalankan mandat tersebut akan sangat ditentukan oleh seberapa efektif koordinasi yang terbangun antara lembaga yang dipimpinnya dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Kebijakan yang baik di atas kertas hanya akan bermakna apabila implementasinya benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Tandyo Budi Revita: KSAD Baru dengan Agenda Strategis Pemerintah

Di sisi lain, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang resmi menjabat Kepala Staf Angkatan Darat menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan sejumlah program strategis pemerintah. Program yang disebut secara eksplisit meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Keterlibatan institusi TNI AD dalam mendukung program-program tersebut mencerminkan pendekatan yang menempatkan militer tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Namun pendekatan ini sekaligus menuntut kehati-hatian dalam menetapkan batas kewenangan, memastikan akuntabilitas penggunaan sumber daya negara, serta mengukur efektivitas hasil yang dicapai di lapangan.

Koordinasi yang jelas antara TNI AD, kementerian teknis, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat menjadi prasyarat agar keterlibatan militer dalam program sipil tidak menimbulkan tumpang tindih peran atau persoalan tata kelola yang justru menghambat tujuan program itu sendiri.

Harapan Publik: Dari Seremoni Menuju Kinerja Nyata

Upacara pelantikan di Istana Negara tentu bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Masyarakat luas menaruh harapan agar pergantian dan pengisian jabatan strategis di tubuh TNI kali ini tidak berhenti pada tataran seremonial belaka.

Kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang mampu menerjemahkan mandat jabatan menjadi kinerja yang terukur — baik dalam konteks menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, maupun dalam mendukung program pembangunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan amanah baru yang kini resmi diemban Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Revita, perhatian publik dan pemangku kepentingan selanjutnya akan tertuju pada konsistensi kebijakan yang dijalankan, kualitas koordinasi yang terbangun, serta hasil konkret yang dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 11 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar