Kepala BGN Respon Perbandingan Sekolah Rusak dan Dapur MBG
Jakarta | NusantaraNews-Today.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta masyarakat untuk tidak membandingkan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan dengan pembangunan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas berbagai perbincangan di masyarakat yang mempertanyakan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tengah masih banyaknya bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Menurut Sudaryono, kedua persoalan tersebut memiliki mekanisme penanganan yang berbeda sehingga tidak tepat jika disandingkan. Ia menekankan bahwa setiap program pemerintah memiliki tujuan, sumber pendanaan, serta tata kelola yang berbeda.
Mekanisme Penanganan Berbeda
Sudaryono menegaskan bahwa perbaikan sekolah merupakan kewenangan instansi pemerintah yang membidangi sektor pendidikan. Oleh karena itu, apabila terdapat sekolah yang rusak, masyarakat dapat melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah maupun kementerian terkait agar segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
“Kalau ada sekolah yang rusak, silakan dilaporkan kepada instansi yang berwenang agar dapat diperbaiki. Itu memiliki jalur penanganan tersendiri,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan dapur SPPG merupakan bagian integral dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dikerjakan oleh mitra yang telah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional. Dapur tersebut berfungsi sebagai pusat pengolahan makanan bergizi yang nantinya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat program.
Pentingnya Dapur SPPG untuk Program MBG
Menurut Sudaryono, keberadaan dapur SPPG menjadi komponen penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Program MBG. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunannya tidak berkaitan dengan anggaran maupun mekanisme rehabilitasi gedung sekolah, karena memiliki sumber pendanaan dan tujuan yang berbeda.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan dan peningkatan layanan gizi merupakan dua agenda penting yang sama-sama terus diupayakan melalui mekanisme dan kebijakan yang berbeda demi kemajuan bangsa.
Editor: Fernando Albert Damanik
























Komentar