⚠️ SOROTAN PUBLIK

Proyek "Siluman" Rp4,5 Miliar di Gunung Sitember Dituding Sarat Penyimpangan dan Langgar UU KIP

Dairi4772 Dilihat

DAIRI – Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan hotmix yang menghubungkan Desa Rante Besi dan Desa Lau Lebah, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, kini berada dalam pusaran kontroversi. Proyek bernilai fantastis, yakni Rp4,5 miliar, dicap sebagai “proyek siluman” oleh warga karena tidak ditemukannya papan informasi di lokasi pengerjaan.

Ketertutupan informasi ini memicu kekhawatiran serius terkait potensi praktik korupsi dan rendahnya kualitas konstruksi yang dikerjakan.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Keresahan Warga: Spesifikasi dan Legalitas Galian C Dipertanyakan

Pantauan di lapangan menunjukkan proyek sedang dalam tahap penimbunan dan pemadatan fondasi. Namun, warga setempat mencium adanya ketidakberesan dalam teknis pengerjaan:

  • Nihil Transparansi: Tanpa papan informasi, masyarakat buta akan sumber dana, volume pekerjaan, dan nama kontraktor pelaksana.

  • Kualitas Diragukan: Muncul kecurigaan bahwa pengerjaan dilakukan asal-asalan, terutama terkait ketebalan lapisan konstruksi.

  • Legalitas Material: Warga mempertanyakan asal-usul material Galian C yang digunakan, apakah berasal dari tambang legal atau tidak.

Kecurigaan semakin menguat ketika para pekerja di lokasi memilih bungkam dan menghindari awak media. Selain itu, aspek keselamatan kerja (K3) juga diabaikan dengan nihilnya rambu-rambu pengaman di area proyek.

Pengamat: Bentuk Pelanggaran UU Keterbukaan Informasi Publik

Pengamat pembangunan Kabupaten Dairi, Muhammad A. Manullang, mengecam keras ketiadaan papan proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan pelanggaran nyata terhadap konstitusi.

“Ini jelas menyalahi UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Tanpa papan informasi, kontrol sosial lumpuh dan ini membuka ruang bagi kerugian negara,” tegas Manullang.

Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lapangan melakukan audit sebelum proyek rampung dengan kualitas yang meragukan.

Dinas PUTR Dairi Masih Bungkam

Hingga berita ini diterbitkan pada Minggu (21/12/2025), upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Kepala Bidang Jalan Jembatan dan Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Dairi belum membuahkan hasil. Pihak dinas terkesan enggan memberikan penjelasan terkait status dan pengawasan proyek miliaran rupiah tersebut.

Masyarakat Gunung Sitember kini menuntut transparansi penuh agar dana publik yang sangat besar tersebut benar-benar menghasilkan jalan yang tahan lama, bukan infrastruktur yang cepat rusak akibat pengerjaan yang tidak terukur dan tidak terawasi.


By Redaksi 🖋️

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar