💥 JALAN BARU SIDORUKUN JADI ‘KOLAM KUBANGAN LUMPUR MAUT’

Warga Labuhanbatu Menjerit, Tuntut Aksi Nyata DPRD dan Pemkab SEGERA

AEK NABARA, LABUHANBATU – Situasi di Jalan Baru Sidorukun, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, telah mencapai titik kritis. Jalur vital ini kini telah bertransformasi menjadi “Kolam Kubangan Lumpur Maut” yang mengancam nyawa warga dan mematikan pergerakan ekonomi daerah. Jeritan pilu warga dan sopir truk terdengar lantang menyikapi genangan lumpur yang makin ganas akibat curah hujan ekstrem.

Jebakan Berlumpur Menganga Lebar

Kondisi jalan Sidorukun telah menjelma menjadi jebakan berlumpur yang siap menelan korban kapan saja. Kubangan lumpur yang semula hanya lubang biasa kini menganga lebar dan membentuk parit raksasa.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Tim media di lokasi menyaksikan langsung kendaraan kesulitan bermanuver, risiko kecelakaan yang tinggi, dan ancaman kesehatan warga akibat lumpur tebal yang menciptakan lingkungan tidak sehat.

Dilema Sopir: Melanggar Perda atau Terjebak Lumpur?

Kerusakan infrastruktur ini menciptakan krisis ganda, terutama bagi para pengemudi truk, yang menjadi tulang punggung logistik kawasan.

“Kami sangat was-was dengan situasi jalan ini. Kalau kami paksakan lewat Jalan Pajak Aek Nabara, itu pun sulit dan langsung berbenturan dengan Perda maksimal 8 ton. Kami seperti dihadapkan pada pilihan sulit: melanggar aturan atau terjebak dalam lumpur maut Sidorukun,” ungkap seorang sopir truk.

Seruan Tajam Kepada Wakil Rakyat

Melihat kondisi darurat ini, seruan mendesak dan tajam ditujukan langsung kepada wakil rakyat Labuhanbatu. Warga menuntut percepatan pengesahan dan perbaikan jalan ini tanpa ditunda lagi.

“Mohon lah, Pak/Bu Dewan yang terhormat! Terutama yang terpilih dari Labuhanbatu, atau yang basis suaranya dari kecamatan kami, hingga yang kini duduk di kursi DPRD Provinsi Sumut! Kami mohon Atensi dan Tindakan Nyata segera!” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat menegaskan bahwa situasi ini bukan lagi soal pembangunan, melainkan soal keselamatan warga dan kepastian ekonomi daerah. Pemerintah dan legislatif harus bergerak cepat sebelum “Kolam Kubangan Lumpur” Sidorukun benar-benar merenggut nyawa.


Team Biro Labuhan Batu

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar