KIM II Mabar Memprihatinkan:

Infrastruktur Bobrok dan Jalan Berlubang, Ke Mana Aliran Dana Retribusi?

MEDAN – Status sebagai Objek Vital Nasional (OVN) yang dikelola di bawah naungan BUMN Danareksa seolah kontras dengan kenyataan pahit di lapangan. Kondisi infrastruktur di PT Kawasan Industri Medan (KIM), khususnya di Jalan Pulau Nias Selatan, KIM II Mabar, kini tengah menjadi sorotan tajam akibat pembiaran kerusakan yang membahayakan publik, Sabtu (21/02/2026).

Berdasarkan investigasi tim Nusantaranews-today.com, profesionalisme yang digembar-gemborkan pihak pengelola seakan hanya menjadi slogan di gerbang masuk.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Tiga Masalah Krusial yang Mengancam Keselamatan

Fakta di lapangan mengungkap tiga potret buram pengelolaan kawasan yang sangat mengancam keselamatan pengguna jalan dan kelancaran logistik:

  1. Lubang Menganga “Ditanami” Pohon: Di ruas Jalan Pulau Nias Selatan, terdapat lubang besar dan dalam. Sebagai aksi protes sekaligus peringatan darurat, warga terpaksa menancapkan dahan pohon ke dalam lubang agar tidak memakan korban jiwa.

  2. KIM Gelap Gulita: Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat kawasan ini mencekam saat malam hari. Ruas jalan yang gelap menutupi lubang-lubang maut dan rawan memicu tindakan kriminal.

  3. Parkir Liar Truk Kontainer: Bahu jalan beralih fungsi menjadi lahan parkir liar truk-truk raksasa. Ketiadaan ketegasan pengelola membuat ruang gerak kendaraan lain menyempit dan lalu lintas semrawut.


Sorotan Tajam: “Uang Retribusi Masuk ke Kantong Siapa?”

Kekecewaan masyarakat dan pekerja di kawasan KIM II mencapai titik nadir. Pertanyaan besar muncul mengenai transparansi pengelolaan dana retribusi. Padahal, setiap kendaraan yang masuk dipungut biaya melalui sistem e-money di gerbang yang tampak modern.

“Kami bayar retribusi setiap masuk, tapi fasilitasnya begini. Jalan berlubang, lampu mati, truk parkir seenaknya. Lantas dikemanakan uang yang terkumpul setiap harinya? Masuk ke kantong siapa?” keluh salah seorang pengguna jalan dengan nada geram.

Seharusnya, dana yang terkumpul dari publik dialokasikan kembali untuk perawatan (maintenance) jalan, lampu jalan, dan penataan area parkir terpadu, bukan sekadar menjadi pendapatan tanpa pelayanan.

Perspektif Jurnalisme Nurani: Desakan Transparansi

Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, menegaskan bahwa pengabaian infrastruktur di Objek Vital Nasional adalah bentuk kegagalan manajemen.

“Sebagai kawasan industri besar, PT KIM harusnya menjadi cermin kemajuan, bukan pembiaran. Kami mendesak manajemen PT KIM dan Danareksa untuk transparan dalam pengelolaan dana publik. Jangan tunggu ada korban jiwa baru melakukan perbaikan. Ini menyangkut marwah iklim investasi di Sumatera Utara,” tegas Fernando Albert Damanik.

Masyarakat kini menuntut aksi nyata. Perbaikan jalan dan pengaktifan lampu jalan harus segera dilakukan sebelum “pohon” di tengah jalan tersebut berganti menjadi nisan kecelakaan.


Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️

Laporan: Syafwan

👁️ Dilihat: 0 kali
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar