TABANAN – Kedaulatan rakyat dalam berdemokrasi ditegaskan tidak mengenal batasan fisik. Hal ini dibuktikan oleh jajaran pengawas pemilu yang melakukan pengawasan ketat melalui metode uji petik Pencocokan dan Penelitian (Coklit) guna memastikan seluruh lapisan masyarakat terakomodasi dalam daftar pemilih.
Fokus utama dalam pengawasan ini adalah memastikan data pemilih dari kalangan penyandang disabilitas tercatat dengan akurat dan benar. Langkah ini diambil untuk menjamin hak konstitusional serta kesetaraan mereka dalam Pemilihan 2024 agar tetap utuh tanpa ada diskriminasi.
Potret Nyata Integritas Pengawasan
Kisah inspiratif dari Kabupaten Tabanan ini menjadi satu dari ribuan potret nyata dalam kampanye #JejakPengawasan. Dedikasi para pengawas di lapangan menjadi bukti bahwa integritas dalam mengawal suara rakyat tidak mengenal batas kondisi.
Bagi para pengawas, tugas ini bukan sekadar rutinitas kerja administratif, melainkan sebuah bentuk perjuangan untuk menjaga marwah demokrasi Indonesia.
“Sebab kedaulatan rakyat tak terbatas fisik. Ini bukan sekadar kerja, ini adalah perjuangan,” tegas pesan dalam semangat pengawasan tersebut.
Melalui gerakan #AyoAwasiBersama, masyarakat diajak untuk turut serta memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilih, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan jaminan akses yang sama dalam pesta demokrasi mendatang.
#JejakPengawasan #AyoAwasiBersama

















Komentar