Proyek Sumur Bor Rp35 Juta di Desa Pematang Seleng Dikeluhkan Warga, Air Keruh dan Berpasir

Labuhan batu4885 Dilihat

LABUHAN BATU, Nusantaranews-Today.com – Proyek pembangunan sumur bor di Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, menuai keluhan serius dari warga. Proyek yang didanai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai lebih dari Rp35 juta tersebut dinilai gagal memberikan manfaat dan diduga dikerjakan asal jadi.

Fasilitas yang seharusnya menjadi solusi kebutuhan air bersih ini justru tidak dapat digunakan oleh masyarakat karena kualitas air yang sangat buruk dan debit yang sangat kecil.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Keluhan Utama Warga

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga di lokasi pada Sabtu (27/9/2025), berikut adalah poin-poin kekecewaan utama mereka:

  1. Air Keruh dan Berpasir: Air yang dihasilkan dari sumur bor dilaporkan sangat keruh, berwarna kekuningan, dan mengandung pasir sehingga sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi maupun untuk kebutuhan mencuci.
  2. Debit Air Sangat Kecil: Aliran air yang keluar dari pompa sangat kecil, tidak sebanding dengan kebutuhan warga untuk mengisi bak penampungan air.
  3. Mesin Pompa Rusak: Baru beberapa minggu digunakan, mesin pompa air dilaporkan sudah mengalami kerusakan dan kini tidak lagi berfungsi.
  4. Kurangnya Transparansi: Warga mengaku tidak pernah melihat papan informasi proyek yang merinci anggaran, spesifikasi teknis, dan nama pelaksana kegiatan (TPK), sehingga menimbulkan kecurigaan terhadap pengelolaan dana.

“Bagaimana mau kami pakai, airnya saja keruh dan berpasir seperti itu. Jangankan untuk minum, untuk cuci baju saja tidak bisa. Mesinnya pun sekarang sudah rusak,” ujar S. Harahap (48), salah seorang warga setempat. “Kami kecewa, uang desa puluhan juta hasilnya seperti ini.”

Tanggapan Pemerintah Desa

Saat coba dikonfirmasi pada Sabtu siang terkait keluhan warga mengenai kualitas dan fungsionalitas sumur bor tersebut, Kepala Desa Pematang Seleng maupun Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) belum berhasil dihubungi untuk memberikan tanggapan.

Warga berharap agar Inspektorat Kabupaten Labuhan Batu segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek ini. Mereka menuntut agar fasilitas air bersih tersebut segera diperbaiki hingga berfungsi dengan baik atau meminta pertanggungjawaban penuh atas anggaran yang telah digunakan.

laporan suleman sinulingga

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar