Mahasiswa Geruduk Kantor Desa Sei Nahodaris, Tuntut Transparansi Anggaran dan Dana BUMDes

Labuhan batu4853 Dilihat

LABUHANBATU, Nusantaranews.Today.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (Asam-Laga) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kepala Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu, pada Jumat (19/9/2025). Mereka menuntut transparansi dan pertanggungjawaban atas dugaan penyelewengan dana desa, BUMDes, serta program ketahanan pangan.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Putra Nazmi Nasution, menyatakan bahwa ada delapan isu krusial yang harus segera diklarifikasi oleh pemerintah desa.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

“Tuntutan utama kami adalah transparansi penuh atas penggunaan anggaran desa dan kejelasan program ketahanan pangan yang selama ini tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Putra.

Delapan Poin Tuntutan Massa Aksi:

  • Kejelasan penggunaan dana desa, BUMDes, dan program ketahanan pangan.
  • Klarifikasi surat hibah bangunan pemerintah di pemukiman petani.
  • Pertanggungjawaban atas penimbunan jalan yang sebelumnya dibangun swadaya oleh masyarakat.
  • Keterbukaan penyaluran pupuk subsidi. Massa mengeluhkan mahalnya harga pupuk Urea (Rp220.000) dan NPK Phonska (Rp260.000) yang diduga akibat praktik mafia.
  • Penjelasan mengenai penyerahan lahan sawah masyarakat seluas 50 hektar di areal PT HPP.
  • Pemeriksaan aset petani di kelompok tani yang diduga telah dijual oleh ketua kelompok.
  • Penertiban dugaan mafia tanah dan penebangan liar di kawasan hutan lindung desa.

Tanggapan Kepala Desa

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Sei Nahodaris, Nuriadi, menemui massa dan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

“Terkait aset dan masalah kelompok tani, kami akan menelitinya lebih lanjut. Untuk masalah harga pupuk subsidi yang mahal, kami akan segera mengumpulkan seluruh kelompok tani di desa ini untuk mencari solusi,” ujar Nuriadi.

Di akhir aksi, Putra Nazmi Nasution menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum, mulai dari tingkat Polres hingga Mabes Polri, serta Presiden Prabowo, dapat turun tangan mengusut tuntas dugaan mafia tanah di kawasan hutan lindung Desa Sei Nahodaris.

Laporan: Suleman Sinulingga

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar