Mencuat 4.000 Kasus Keracunan, Menkeu Siapkan Opsi Alihkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Bantuan Beras

Jakarta4818 Dilihat

JAKARTA, Nusantaranews-Today.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan opsi untuk mengalihkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke program bantuan beras 10 kg. Opsi ini akan dipertimbangkan jika serapan anggaran program MBG tidak berjalan maksimal, di tengah sorotan tajam atas lebih dari 4.000 kasus keracunan makanan yang terjadi dalam delapan bulan pelaksanaannya.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Selasa (23/9/2025), menanggapi evaluasi terhadap salah satu program bantuan sosial andalan pemerintah tersebut.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Opsi Pengalihan di Tengah Masalah Serius

Menurut Menkeu Purbaya, skema pengalihan anggaran ini merupakan langkah antisipasi agar dana yang telah dialokasikan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tidak mengendap.

“Jika serapan dana program Makan Bergizi Gratis tidak terserap dengan baik, dananya bisa kita alihkan sementara ke bantuan beras 10 kg,” ujar Purbaya.

Meski program MBG telah berhasil menjangkau 23 juta penerima manfaat, pelaksanaannya di lapangan menghadapi tantangan serius. Data menunjukkan bahwa selama delapan bulan berjalan, program ini tercatat telah menimbulkan lebih dari 4.000 kasus keracunan makanan di berbagai daerah, memicu kekhawatiran publik mengenai standar kebersihan dan pengawasan kualitas makanan yang didistribusikan.

Bukan Teguran, Tapi Efisiensi Anggaran

Menteri Purbaya menekankan bahwa wacana pengalihan dana ini bukanlah sebuah teguran terhadap kementerian atau lembaga pelaksana program MBG. Menurutnya, ini adalah murni strategi fiskal untuk memastikan efisiensi dan kecepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Ini bukan teguran. Tujuannya adalah agar uang yang ada di anggaran bisa lebih cepat bermanfaat bagi rakyat dan untuk menghindari pembengkakan biaya bunga dari dana yang tidak terpakai,” tegasnya.

Langkah ini mengindikasikan bahwa pemerintah memprioritaskan penyaluran bantuan sosial secara cepat dan tepat sasaran, bahkan jika harus mengubah skema dari program yang lebih kompleks seperti penyediaan makanan matang ke bantuan yang lebih sederhana seperti distribusi beras.

Pernyataan Menteri Keuangan ini diperkirakan akan memicu diskusi lebih lanjut di tingkat kabinet dan parlemen mengenai masa depan dan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

redaksi

Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar