Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup RI

Waktu baca 4 menitDiperbarui 30 Oktober 2026, 01:56 WIB

Sambutan Adat Warnai Kedatangan Menteri di Tanoh Habonaron Do Bona

Suasana Kantor Bupati Simalungun di Pematang Raya, Sumatera Utara, tampak berbeda dari hari-hari biasa pada Kamis, 29 Oktober 2026. Rombongan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, disambut langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi Wakil Bupati, Benny Gusman Sinaga, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Kehangatan penyambutan bukan sekadar seremonial biasa. Rombongan Menteri dipersilakan menyaksikan persembahan Tortor Sombah, tarian tradisional khas Simalungun yang secara adat ditampilkan sebagai ungkapan penghormatan tertinggi kepada tamu yang hadir di tanah yang masyarakatnya menjunjung semboyan Habonaron Do Bona — kebenaran adalah sumber segalanya.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kunjungan kerja ini bukan sekadar silaturahmi antarpejabat. Agenda utamanya adalah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang secara khusus membahas upaya pelestarian dan kebersihan kawasan Danau Toba, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia yang sebagian wilayahnya berada di Kabupaten Simalungun.

FGD Dihadiri Para Pemangku Kepentingan Strategis

Sebelum memasuki diskusi, pertemuan dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, H. Ikhwanuddin Nasution, Lc., MM., mencerminkan nilai religiusitas yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.

FGD dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat dengan kapasitas strategis di bidang lingkungan dan kemasyarakatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, hadir bersama jajaran perangkat daerah terkait. Dari kalangan akademisi dan organisasi masyarakat sipil, hadir Ketua Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), Prof. Dr. John Hutagalung, serta Ketua Umum DPP KMDT, St. Edison Manurung. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor ini menegaskan bahwa persoalan Danau Toba bukan semata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif.

Bupati: Danau Toba Butuh Sinergi Nyata, Bukan Sekadar Regulasi

Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup beserta rombongan. Ia mengingatkan bahwa Danau Toba kini menyandang dua status bergengsi sekaligus: sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional dan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark. Dua predikat itu, menurut Bupati, bukan semata kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut komitmen semua pihak.

“Kami membutuhkan arahan teknis, dukungan regulasi, dan sinergi program dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu menjaga kelestarian dan kebersihan Danau Toba. Semoga FGD ini melahirkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” ujar Bupati Anton dalam forum tersebut.

Pernyataan Bupati mencerminkan posisi daerah yang sadar akan keterbatasannya dan secara terbuka mengajak pemerintah pusat untuk hadir tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam bentuk program teknis yang bisa langsung dirasakan di lapangan.

Menteri Jumhur: Kesejahteraan dan Lingkungan Harus Berjalan Beriringan

Merespons sambutan hangat tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Namun lebih dari sekadar formalitas, Menteri langsung masuk ke inti persoalan yang selama ini menjadi tantangan di kawasan Danau Toba.

Menteri menegaskan bahwa aktivitas ekonomi dan upaya pencarian penghidupan di sekitar kawasan danau adalah hal yang sah dan tidak bisa dihentikan begitu saja. Namun, ia menekankan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh ditempuh dengan mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Mencari penghidupan dan kesejahteraan boleh, tetapi jangan merusak lingkungan. Sekarang adalah waktunya segala sesuatu perlu ditertibkan. Saya sangat setuju dilakukan audit lingkungan secara komprehensif di Danau Toba,” tegas Menteri Jumhur di hadapan forum.

Pernyataan mengenai audit lingkungan secara komprehensif menjadi salah satu poin yang paling disorot dalam pertemuan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi aktual Danau Toba — mulai dari kualitas air, pengelolaan limbah, hingga dampak aktivitas pariwisata dan industri di sepanjang pesisirnya.

Pengelolaan Limbah Akomodasi dan Pariwisata Jadi Sorotan

Menteri Jumhur juga secara spesifik menyoroti pengelolaan limbah dari fasilitas akomodasi dan pariwisata yang beroperasi di sekitar kawasan Danau Toba. Ia menegaskan bahwa penanganan lingkungan danau harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh tebang pilih — semua pelaku usaha, baik skala besar maupun kecil, harus tunduk pada standar pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Penegasan ini relevan mengingat pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba dalam beberapa tahun terakhir yang cukup signifikan. Tanpa pengawasan yang ketat, peningkatan jumlah wisatawan dan fasilitas pendukungnya berpotensi memperbesar beban lingkungan yang harus ditanggung ekosistem danau.

Pesan untuk Generasi Mendatang: Jangan Jual Keindahan dengan Merusaknya

Mengakhiri penyampaiannya, Menteri Jumhur menutup dengan pesan yang bersifat moral sekaligus visioner — sebuah pengingat bahwa kekayaan alam seperti Danau Toba adalah warisan yang harus dijaga, bukan dieksploitasi.

“Cerita tentang Danau Toba itu luar biasa besarnya. Janganlah kita mencari rezeki dengan merusak keindahannya. Tanggal 27 Agustus diperingati sebagai Hari Danau Sedunia, semoga air Danau Toba benar-benar menjadi sumber kehidupan bagi kita semua,” pungkas Menteri Lingkungan Hidup.

Kunjungan kerja dan FGD ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana. Dengan kehadiran langsung Menteri Lingkungan Hidup RI di Simalungun, masyarakat dan pemerintah daerah berharap komitmen yang terucap dalam ruang diskusi dapat segera berujung pada kebijakan dan program nyata yang berpihak pada masa depan Danau Toba — permata alam Sumatera Utara yang statusnya sebagai warisan dunia menanggung harapan jutaan orang.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 1 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar