INDONESIA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan seluruh elemen desa dalam membangun fondasi ekonomi nasional. Dalam sebuah kesempatan strategis, Mendes Yandri mengajak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi guna mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.
Asta Cita tersebut menitikberatkan pada pembangunan yang dimulai dari desa dan dari tingkat bawah. Langkah ini dipandang sebagai strategi jitu untuk mendorong pemerataan ekonomi secara nasional sekaligus melakukan percepatan dalam pemberantasan kemiskinan di pelosok negeri.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Mendes Yandri dalam momentum perayaan Dies Natalis BPD ke-27. Acara ini menjadi ajang penting bagi penguatan sinergi pembangunan desa, di mana BPD diharapkan mampu menjadi motor penggerak aspirasi masyarakat yang selaras dengan visi besar pemerintah pusat.
## Peran Strategis BPD dalam Pembangunan Nasional
Menurut Mendes Yandri, BPD memiliki posisi yang sangat krusial dalam struktur pemerintahan desa. BPD tidak hanya berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah desa, tetapi juga berperan sebagai pengawal pembangunan dan penjamin kesejahteraan masyarakat agar berjalan secara berkelanjutan.
“BPD memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Mendes Yandri. Ia menambahkan bahwa fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi yang dilakukan BPD menjadi kunci agar setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga desa.
Sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, BPD diharapkan mampu menjaga iklim demokrasi di tingkat desa tetap sehat. Dengan komunikasi yang baik, setiap potensi konflik dapat diredam, dan fokus pembangunan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
## Mendukung Program Prioritas dan Ketahanan Desa
Dalam arahannya, Mendes Yandri juga mendorong adanya sinergi lintas sektor untuk mendukung berbagai program prioritas nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Beberapa program unggulan yang menjadi fokus utama antara lain:
1. **Program Makan Bergizi Gratis**: Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di desa sebagai investasi sumber daya manusia masa depan.
2. **Koperasi Desa Merah Putih**: Penguatan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi yang mandiri dan profesional.
3. **Program Desa Bersinar**: Upaya menciptakan lingkungan desa yang bersih dari narkoba dan memiliki ketahanan sosial yang kuat.
4. **Penguatan Ketahanan Desa**: Fokus pada kedaulatan pangan dan kemandirian energi di tingkat lokal.
5. **Peningkatan Kualitas SDM Desa**: Melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat agar memiliki daya saing yang tinggi.
Kolaborasi antara Kemendes PDT dan BPD diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program tersebut. Pemerintah meyakini bahwa jika desa kuat secara ekonomi dan sosial, maka ketahanan nasional secara otomatis akan ikut kokoh.
## Menuju Visi Indonesia Emas 2045 dari Desa
Kemendes PDT menilai bahwa pembangunan desa bukan sekadar program rutin, melainkan fondasi utama menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan desa, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci agar desa semakin kuat, mandiri, dan mampu bersaing,” tegas Mendes Yandri. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia harus diimplementasikan dalam kerja nyata di tingkat desa.
Melalui sinergi bersama BPD Indonesia, pemerintah optimis desa-desa di tanah air mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan. Selain itu, lahirnya desa-desa maju dan mandiri akan menjadi pilar utama dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional yang inklusif.
Momentum Dies Natalis BPD ke-27 ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Sebagai ujung tombak pembangunan, desa yang berdaya adalah cerminan dari Indonesia yang sejahtera dan bermartabat di mata dunia.
Editor: Fernando Albert Damanik


















Komentar