SIMALUNGUN – Momentum Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap 23 April dimanfaatkan sebagai ajakan memperkuat budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.
Melalui ucapan peringatan Hari Buku Sedunia 2026, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai jendela ilmu dan fondasi membangun sumber daya manusia yang unggul.
Mengusung pesan “Setiap Buku adalah Pintu ke Dunia Baru yang Menunggu Kita Jelajahi dan Pelajari,” peringatan ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat minat baca di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Literasi Jadi Fondasi Kemajuan
Dalam pesannya, Frits Ueki menekankan bahwa budaya membaca bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari upaya menciptakan generasi cerdas, kritis, dan berdaya saing.
Menurutnya, pendidikan yang kuat tidak dapat dilepaskan dari budaya literasi yang tumbuh sejak dini, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
> “Buku adalah jendela pengetahuan. Dari membaca lahir wawasan, dari wawasan lahir kemajuan,” menjadi semangat yang diusung dalam peringatan tersebut.
Dorong Penguatan Minat Baca
Momentum Hari Buku Sedunia juga menjadi ajakan bagi dunia pendidikan untuk terus memperkuat gerakan literasi, mulai dari pemanfaatan perpustakaan sekolah, penguatan pojok baca, hingga pembiasaan membaca di lingkungan pendidikan.
Di tengah era digital, keberadaan buku dinilai tetap relevan sebagai sumber ilmu, pembentuk karakter, dan sarana memperluas cara pandang generasi muda.
Membangun SDM Unggul Menuju Masa Depan
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada penguatan budaya membaca dan berpikir kritis.
Melalui momentum Hari Buku Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa literasi merupakan kunci menuju kemajuan daerah dan bangsa.
Selamat Hari Buku Sedunia 23 April 2026. Mari tumbuhkan budaya membaca, karena setiap buku adalah pintu menuju dunia baru.
Laporan : Humas Disdik
Editor : Fernando Albert Damanik


















Komentar