MATARAM – Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru melalui penguatan sinergi tingkat tinggi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, resmi menyatukan langkah untuk memperkuat orkestrasi dan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat desa, Jumat (13/03/2026).
Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah pusat hingga desa, tetapi juga menarik dukungan dari sektor swasta (perusahaan), akademisi (kampus), dan berbagai mitra strategis guna mengoptimalkan potensi lokal secara masif.
Orkestrasi Desa: Mengubah Potensi Menjadi Pendapatan Nyata
Mendes Yandri menekankan bahwa NTB memiliki modal dasar yang luar biasa berupa kekayaan alam dan tanah yang sangat subur. Menurutnya, potensi ini harus dikelola melalui strategi desa tematik agar dampaknya terasa langsung pada kantong masyarakat.
“Kita tidak ingin desa hanya menjadi objek, melainkan subjek pembangunan. Dengan orkestrasi yang tepat, pengembangan desa wisata dan ketahanan pangan akan menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan warga desa secara berkelanjutan,” tegas Yandri Susanto.
Gubernur Lalu Iqbal: Kolaborasi Adalah Kunci Kemandirian
Senada dengan Mendes, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik penguatan kolaborasi ini sebagai langkah konkret untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya. Dukungan dari berbagai mitra, termasuk kampus dan perusahaan, diharapkan mampu memberikan sentuhan inovasi pada produk-produk unggulan desa di NTB.
Catatan Jurnalisme Nurani: Menagih Hasil dari Kolaborasi
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan pandangan strategis terhadap langkah kedua tokoh ini.
“Membangun desa tidak bisa dilakukan secara parsial. Langkah Mendes Yandri dan Gubernur Lalu Iqbal dalam melakukan ‘orkestrasi’ adalah solusi yang cerdas. Namun, kolaborasi ini harus benar-benar menyentuh akar rumput, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Kita ingin melihat desa wisata di NTB tumbuh bukan hanya sebagai destinasi, tapi sebagai sumber kesejahteraan yang menghapus garis kemiskinan warga lokal,” ungkap Fernando.
Prioritas Ketahanan Pangan dan Desa Wisata
NTB yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional kini dipacu untuk lebih mandiri. Pengembangan desa tematik yang fokus pada ketahanan pangan dan pariwisata diharapkan mampu menjadi benteng ekonomi warga dalam menghadapi tantangan global. Dengan pendapatan masyarakat yang meningkat, kemiskinan ekstrem di bumi Gora ditargetkan dapat tuntas dalam waktu dekat.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Pembangunan Desa & Nasional
#KemendesPDT #BangunDesaBangunIndonesia #LaluMuhamad Iqbal #YandriSusanto #DesaMandiri #NTBMaju


















Komentar