JAKARTA – Satu hari pasca didapuk menjadi Nakhoda baru Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum langsung tancap gas memperkuat posisi politik partai di tingkat nasional. Dalam kesibukan perdananya, Ketum PKN ini menghadiri seminar krusial terkait Parliamentary Threshold (Ambang Batas Parlemen) yang menghadirkan deretan begawan hukum dan tokoh nasional, Kamis (05/03/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) tersebut menjadi panggung diskusi bagi partai-partai non-parlemen untuk memperjuangkan keadilan demokrasi di Indonesia.
Satu Meja dengan Begawan Hukum: Bahas PT hingga Reformasi Polri
Kehadiran Anas Urbaningrum di seminar tersebut membawa bobot tersendiri. Di sana, beliau bersinergi dengan pakar-pakar hukum ternama seperti Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, Prof. Dr. Mahfud MD, SH, MH, Prof. Dr. Arief Hidayat, SH, MH, serta aktivis pemilu Titi Anggraini, SH, MH.
Dalam diskusi ringan di sela acara, Anas sempat membedah isu Reformasi Polri bersama Mahfud MD. Mahfud mengungkapkan bahwa konsep reformasi institusi tersebut telah rampung disusun oleh timnya dan tinggal menunggu waktu untuk dilaporkan kepada Presiden. Hal ini menunjukkan perhatian besar PKN terhadap penegakan hukum dan institusi keamanan negara.
Nostalgia Politik: Merangkul Senior dan Kolega Lama
Bagi Anas, acara ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ajang reuni politik. Mantan Sekjen Partai Hanura ini tampak bernostalgia dengan sahabat-sahabat lamanya, termasuk bertemu dengan Bapak Oesman Sapta (OSO).
“Bapak Oesman Sapta sudah saya anggap sebagai orang tua dan senior di politik. Kami pernah berjuang bersama di DPD RI. Membangun komunikasi dengan beliau selalu memberikan perspektif kematangan politik yang luar biasa,” ungkap Anas.
Kegayuban juga terlihat saat Anas berdialog dengan kolega lamanya, mantan Menkumham Patrialis Akbar, serta pimpinan parpol lain dari Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Perindo, Partai Berkarya, hingga PBB.
Hantaman Jurnalisme Nurani: Komunikasi Politik adalah Koentji
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan pandangan positif atas langkah awal Ketum PKN ini.
“Langkah Anas Urbaningrum yang langsung merangkul berbagai elemen parpol dan pakar hukum menunjukkan kematangan kepemimpinan. Politik nasional butuh komunikasi yang cair namun tetap substansial. PKN di bawah Anas tampak ingin memastikan bahwa suara rakyat yang tidak terwakili di parlemen tetap memiliki daya gedor di mata hukum,” tegas Fernando.
Edukasi Politik: Mematangkan Isu Nasional
Secara edukatif, keterlibatan PKN dalam GKSR merupakan upaya menjaga kualitas demokrasi agar tidak terjadi “pemborosan suara” akibat ambang batas parlemen yang terlalu tinggi. Komunikasi antar-politisi tingkat nasional sangat penting untuk menyamakan persepsi atas isu-isu strategis, mulai dari keadilan pemilu hingga reformasi birokrasi.
Dengan langkah awal yang solid ini, PKN mengirimkan pesan kuat ke kancah perpolitikan tanah air: Bahwa di bawah pimpinan Anas Urbaningrum, partai ini siap menjadi motor penggerak ide-ide segar dan kematangan berpolitik di Indonesia.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Politik & Dinamika Nasional


















Komentar