TANGERANG – Institusi Polri kembali diguncang skandal besar yang melibatkan perwira menengah. Penangkapan mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro, di Cluster Grande Karawaci pada 11 Februari 2026, menjadi tamparan keras bagi Korps Bhayangkara. Kasus ini kian memprihatinkan karena melibatkan oknum anggota, Aipda Dianita Agustina, yang diduga menjadikan rumahnya sebagai gudang penyimpanan narkotika.
Gudang Narkoba di Lingkungan Elite
Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh Tim Paminal Mabes Polri mengungkap fakta mengejutkan. Di balik citra Aipda Dianita yang dikenal ramah oleh warga, penyidik menemukan koper putih berisi beragam jenis zat terlarang di kediamannya, antara lain:
Sabu: 16,3 gram.
Ekstasi: 49 butir.
Psikotropika: Alprazolam, Happy Five (H5), dan Ketamin.
Ketua RT setempat, Eka Media, mengaku warga tidak menaruh curiga karena keseharian oknum anggota tersebut tampak normal dan sering bersosialisasi.
Pemeriksaan Intensif dan Penetapan Tersangka
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah menetapkan Didik Putra Kuncoro sebagai tersangka utama. Selain Aipda Dianita, penyidik juga memeriksa seorang warga sipil berinisial Miranti Afriana terkait jaringan ini. Keterlibatan perwira menengah ini mengindikasikan adanya jaringan lintas wilayah yang terorganisir di dalam tubuh institusi.
Sorotan Jurnalisme Nurani: Mengapa Paminal Mabes Turun Tangan?
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan catatan kritis atas kasus ini. Menurutnya, fakta bahwa penangkapan dilakukan oleh Paminal Mabes Polri—bukan kepolisian lokal—menandakan adanya krisis kepercayaan dan lemahnya pengawasan di tingkat daerah.
“Ini adalah fenomena ‘Pagar Makan Tanaman’. Bagaimana masyarakat bisa merasa aman jika aparat yang seharusnya memberantas narkoba justru menjadi bagian dari jaringan tersebut? Kami mendesak Bareskrim Polri untuk transparan dan membongkar siapa saja yang terlibat di balik rantai peredaran ini tanpa pandang bulu,” tegas Fernando Albert Damanik.
Ujian Komitmen “Bersih-Bersih” Polri
Sebagai Pembina KPKM RI, Fernando menambahkan bahwa integritas Polri sedang dipertaruhkan. Penegakan hukum yang tegas terhadap Didik dan Dian bukan sekadar prosedur, melainkan syarat mutlak untuk memulihkan kepercayaan publik yang merosot.
Nusantara News Today melalui tim investigasinya akan terus mengawal kasus ini hingga ke persidangan, memastikan bahwa marwah institusi penegak hukum tidak dikalahkan oleh kepentingan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Tim Investigasi Nusantara News Today


















Komentar