SIMALUNGUN – Proyek pengerjaan jalan beton (Rekonstruksi Jalan Jurs. Simp. Sigagak – Bandar Selamat, Kec. Dolok Batu Nanggar) yang dikerjakan oleh CV. CHARMEL PRATAMA menuai sorotan tajam karena diduga dikerjakan secara asal jadi. Proyek Dinas PUPR Pemkab Simalungun ini bersumber dari APBD Tahun 2025 dengan nilai kontrak Rp 398.268.000,00.
Penanganan jalan beton sepanjang efektif 195 meter dengan lebar 4,50 meter dan masa pelaksanaan 30 hari kalender ini menunjukkan kualitas yang meragukan.
Baru Selesai, Sudah Retak di Tiga Titik
Pantauan awak media di lokasi pada Sabtu (13/12/2025) pukul 11.01 WIB menunjukkan bahwa sebagian pengerjaan jalan beton yang baru selesai beberapa hari sudah tampak retak-retak di tiga titik.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat sekitar:
“Apakah pengerjaan proyek tersebut sudah sesuai Rap [Rencana Anggaran dan Biaya], mengapa dari pengerjaan proyek tersebut sebagian sudah ada yang selesai beberapa hari yang lalu sudah ada yang retak-retak?” ujar masyarakat yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.
Desakan Keras dari Anggota DPRD
Adanya keretakan ini langsung menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Dapil II Fraksi Gerindra, Martuah Simamora.
Martuah Simamora meminta pihak Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas PUTR untuk segera turun langsung ke lokasi meninjau dan melakukan pengawasan.
Lebih lanjut, ia mendesak pihak pelaksana proyek, CV. CHARMEL PRATAMA, untuk segera melakukan perbaikan pada tiga titik keretakan tersebut.
“Terkait adanya keretakan-keretakan tiga titik dari sebagian yang sudah selesai proyek Dinas Pengerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Simalungun yang dikerjakan oleh CV. CHARMEL PRATAMA, [saya] meminta… melakukan perbaikan… Dan diduga pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai Rap dan jangan dikerjakan asal jadi,” pungkas Martuah Simamora.
Harapan masyarakat melalui sorotan tajam Anggota DPRD ini adalah agar pengerjaan proyek dilakukan secara profesional sesuai Rap dan pihak CV. CHARMEL PRATAMA bertanggung jawab untuk segera memperbaiki jalan beton yang sudah retak-retak.
(Laporan Josep Opranto Sagala)


















Komentar