SIMALUNGUN – Arus globalisasi dan digitalisasi yang kian kencang membawa perubahan radikal dalam cara kita berinteraksi, belajar, dan bekerja. Menanggapi fenomena ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, mengeluarkan seruan penting mengenai dampak sosial di era digital, Rabu (11/03/2026).
Melalui pesan edukatifnya, Frits Damanik menekankan bahwa teknologi adalah peluang besar, namun jika tidak dikelola dengan bijak, dapat menimbulkan masalah sosial yang serius di tengah masyarakat.
Identifikasi Dampak: Peluang di Balik Tantangan
Dalam infografis resminya, Dinas Pendidikan Simalungun memetakan beberapa persoalan utama yang harus diwaspadai:
Masalah Sosial Globalisasi: Ketimpangan ekonomi, krisis budaya, hingga ancaman pengangguran.
Masalah Era Digital: Fenomena cyberbullying, kecanduan gadget dan media sosial, serta penyebaran berita bohong (hoaks).
Di sisi lain, Frits Damanik juga menggarisbawahi Dampak Positif yang harus dimaksimalkan, seperti akses informasi yang cepat, peluang ekonomi digital yang terbuka lebar, hingga terjalinnya komunikasi global tanpa batas.
Visi Frits Damanik: Tiga Upaya Mengatasi Masalah Sosial
Guna membentengi generasi muda Simalungun, Plt. Kadis Pendidikan menawarkan tiga solusi konkret yang harus dijalankan bersama:
Literasi Digital bagi Semua: Mengedukasi masyarakat agar paham cara kerja dan risiko di dunia digital.
Pelestarian Budaya Lokal: Menjaga identitas bangsa agar tidak tergerus arus global.
Etika Bermedia yang Baik: Menanamkan tata krama dan sopan santun dalam berkomunikasi di ruang siber.
“Dengan sistem pengelolaan yang tepat, kita bisa memanfaatkan globalisasi dan era digital secara bijak demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Simalungun,” tegas Frits Ueki Prapanca Damanik.
Catatan Jurnalisme Nurani: Karakter Adalah Kemudi Teknologi
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, memberikan dukungan penuh atas langkah edukatif ini.
“Kita mengapresiasi Pak Frits Damanik yang proaktif mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual di era digital harus dibarengi dengan kecerdasan moral. Teknologi jangan sampai mencabut akar budaya kita. Dinas Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak Simalungun tetap berkarakter meski berada di tengah gempuran globalisasi,” ungkap Fernando.
Membangun Masa Depan Simalungun yang Berani
Melalui semangat “Simalungun Berani” dan “Semangat Baru Simalungun Maju”, Dinas Pendidikan di bawah kepemimpinan Frits Damanik berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan. Transformasi digital di sekolah-sekolah akan terus dipantau agar tetap berlandaskan etika dan nilai-nilai luhur daerah.
Mari jadikan teknologi sebagai jembatan ilmu pengetahuan, sembari tetap menjaga warisan luhur demi mewujudkan Simalungun yang cerdas, berbudaya, dan bertanggung jawab.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Edukasi & Transformasi Digital


















Komentar