SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) 2026 pada Senin (27/4/2026) dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat komitmen penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Bupati Simalungun itu dipimpin langsung Bupati Anton Achmad Saragih, didampingi Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga, serta diikuti jajaran OPD, ASN, unsur Forkopimda dan berbagai elemen pemerintahan daerah.

Dalam amanatnya, Bupati Anton Achmad Saragih menekankan pentingnya otonomi daerah sebagai instrumen memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang inovatif, responsif, dan berintegritas.
> “Peringatan Hari Otonomi Daerah bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat sinergi antar perangkat daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati.

Dorong Inovasi dan Integritas Aparatur
Peringatan Hari Otda tahun ini juga menjadi pengingat agar seluruh aparatur pemerintahan terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam menjalankan tugas, sejalan dengan semangat #SimalungunBerani dan Semangat Baru Simalungun Maju.
Bupati menegaskan, keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh kualitas birokrasi yang melayani, bukan sekadar menjalankan fungsi administratif.

> “Otonomi daerah harus melahirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat, cepat merespons kebutuhan masyarakat dan mampu menghadirkan pembangunan yang merata,” ujarnya.
Komitmen Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
Dalam kegiatan itu, unsur pemerintah daerah juga meneguhkan semangat kolaborasi sebagai energi pembangunan. Kehadiran seluruh perangkat daerah disebut menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Simalungun.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Prapanca Damanik, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai Hari Otonomi Daerah menjadi momentum memperkuat peran seluruh sektor, termasuk pendidikan, dalam menopang kemajuan daerah.
Menurutnya, otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.
Refleksi Penguatan Pemerintahan Daerah
Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 di Simalungun juga dimaknai sebagai refleksi terhadap perjalanan desentralisasi yang menuntut daerah semakin mandiri, akuntabel, dan adaptif menghadapi tantangan pembangunan.
Melalui momentum ini, Pemkab Simalungun menegaskan komitmen terus memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong inovasi daerah demi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh khidmat, ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama membangun Kabupaten Simalungun yang maju, berdaya saing dan berorientasi pelayanan.
(Fernando Albert Damanik)


















Komentar