Pematangsiantar – Prinsip ‘No Viral No Justice’ (Tidak Viral Tidak Ada Keadilan) tampaknya kembali terbukti di Pematangsiantar. Setelah video keluh kesah seorang pengemudi ojek online (ojol) mengenai ketiadaan namanya di daftar penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) viral, Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar bergerak cepat.
Darma Washinton Munthe, pengemudi ojol yang tinggal di rumah kontrakan sederhana, akhirnya dipastikan akan terdaftar sebagai penerima BLTS Kesra untuk Tahun Anggaran 2026. Keputusan ini didapat menyusul mediasi yang melibatkan berbagai instansi pemerintah daerah.
Pemicu: Curhat Sang Istri di Media Sosial
Awal mula perhatian publik tertuju pada keluarga Munthe ketika istrinya, Dina Girsang, mengunggah sebuah video ke Facebook. Dalam rekaman tersebut, Munthe secara terbuka menyampaikan frustrasinya mengenai kondisi ekonomi keluarga yang hanya bergantung pada penghasilan ojol, namun belum tersentuh bantuan BLTS Kesra. Video ini dengan cepat menarik simpati dan perhatian warganet, memicu reaksi yang signifikan.
⚡ Respon Cepat Pasca-Viral
Kurang dari 24 jam setelah video tersebut viral, Darma Washinton Munthe diundang untuk mediasi di Kantor Lurah Asuhan, Jalan Sejahtera, pada Sabtu (22/11/2025). Pertemuan penting ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Pematangsiantar, Pemerintah Kecamatan Siantar Timur, serta Pemerintah Kelurahan Asuhan.
Dalam pertemuan tersebut, Munthe membenarkan bahwa ia sebelumnya telah menerima beberapa bentuk bantuan sosial lainnya, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS)/BPJS Kesehatan, bantuan tali asih dari kecamatan, dan bantuan pangan beras. Namun, ia tetap mempertanyakan mekanisme yang membuatnya terlewat dari daftar penerima BLTS Kesra.
✅ Resolusi dan Komitmen Pemkot
Melalui koordinasi langsung antar-instansi, Dinsos P3A memastikan bahwa nama Darma Washinton Munthe akan diakomodasi dan masuk dalam daftar penerima BLTS Kesra pada tahun 2026.
Selain itu, penjelasan terperinci mengenai proses pendataan, verifikasi, dan penetapan penerima bantuan disampaikan secara transparan kepada Munthe dan keluarganya, guna menghilangkan keraguan dan miskomunikasi.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kelurahan Asuhan juga mengusulkan agar Munthe kembali menerima bantuan pangan beras pada penyaluran periode berikutnya.
Lurah Asuhan, Amdani Simbolon, menutup pertemuan dengan imbauan:
“Kami berharap warga terus aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak kelurahan terkait berbagai program bantuan. Kami selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik sesuai prosedur yang berlaku.”
By redaksi ️

















