Ibu Pensiunan ASN Tewas Bersimbah Darah di Siak, Anak Kandung yang Diduga Oknum Polisi Diamankan

Bagikan:➤☎
Waktu baca 4 menitDiperbarui 28 Oktober 2026, 00:57 WIB

Warga Sungai Apit Digegerkan Penemuan Jenazah Perempuan Lansia

SIAK, RIAU — Suasana di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, mendadak mencekam pada Selasa pagi, 27 Oktober 2026. Seorang perempuan berusia 64 tahun bernama Farida ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sungai Apit. Yang membuat peristiwa ini semakin mengundang perhatian luas, seorang anggota kepolisian yang diduga merupakan anak kandung korban turut diamankan oleh aparat untuk menjalani pemeriksaan.

Farida diketahui merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN). Kepergiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam, sekaligus sejumlah pertanyaan yang kini menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kecurigaan Tetangga Menjadi Titik Awal Pengungkapan

Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga, menjelaskan bahwa peristiwa ini mulai terungkap dari kecurigaan seorang saksi bernama Afrina Ramayana Daulay. Pada sekitar pukul 06.30 WIB, Afrina melihat terduga pelaku meninggalkan rumah korban dengan perilaku yang dinilai janggal.

Sebelum pergi, terduga pelaku dilaporkan sempat menyampaikan kepada warga sekitar bahwa ibunya sedang tidur dengan nyaman. Ia juga disebut mendatangi tetangga untuk meminta uang tunai, sebelum kemudian meminta bantuan warga agar diantarkan menuju kawasan Pasar Sungai Apit.

Gerak-gerik dan pernyataan tersebut menimbulkan kecurigaan. Warga memutuskan untuk memeriksa kondisi di dalam rumah korban. Pintu rumah ditemukan tidak terkunci, sehingga saksi dapat masuk dan memeriksa keadaan di dalamnya.

Di dalam rumah, saksi mendapati Farida dalam posisi telungkup di atas kasur yang berada di ruang televisi. Tubuh dan pakaian korban dilaporkan dalam kondisi bersimbah darah. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Terduga Pelaku Diamankan Sekitar Jalan Hang Tuah

Menerima laporan dari warga, personel kepolisian segera bergerak melakukan pengamanan lokasi kejadian sekaligus pencarian keberadaan terduga pelaku. Penyelidikan awal berlangsung cepat. Sekitar pukul 07.30 WIB, kurang dari satu jam setelah laporan diterima, petugas memperoleh informasi dari seorang pengemudi travel mengenai keberadaan terduga pelaku di sekitar Jalan Hang Tuah, masih di wilayah Kelurahan Sungai Apit.

Petugas kemudian bergerak ke lokasi dimaksud dan berhasil mengamankan terduga pelaku. Ia selanjutnya dibawa ke Mapolsek Sungai Apit untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Propam Ikut Terlibat, Asas Praduga Tak Bersalah Tetap Dikedepankan

Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Satuan Reserse Kriminal bersama personel Pamapta dan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara bersama-sama.

Keterlibatan unsur Propam dalam penanganan perkara ini menjadi perhatian tersendiri. Hal itu tidak terlepas dari keterangan yang menyebut terduga pelaku merupakan anggota kepolisian aktif. Dalam situasi seperti ini, keterlibatan Propam merupakan prosedur yang berlaku untuk memastikan penanganan perkara berjalan secara profesional, sesuai aturan, dan bebas dari konflik kepentingan.

Meskipun demikian, seluruh pihak yang terlibat tetap berhak mendapatkan perlakuan berdasarkan asas praduga tak bersalah. Penetapan seseorang sebagai pelaku hanya dapat dilakukan melalui proses pembuktian yang sah dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Jenazah Dikirim ke RS Bhayangkara untuk Autopsi

Guna mengungkap penyebab pasti kematian secara ilmiah dan terverifikasi, pihak kepolisian menyatakan jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan forensik ini diharapkan dapat memberikan keterangan yang lebih rinci, mencakup jenis dan distribusi luka yang dialami korban, waktu perkiraan kematian, serta temuan-temuan lain yang relevan dengan kepentingan penyidikan.

Hasil autopsi nantinya akan menjadi salah satu alat bukti penting dalam proses penyelidikan yang tengah berjalan.

Motif dan Kronologi Lengkap Masih Dalam Pendalaman

Hingga informasi yang dikutip dalam laporan ini dihimpun, pihak kepolisian belum mengungkapkan secara resmi identitas lengkap terduga pelaku maupun motif yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut. Proses penyidikan masih berlangsung dan sejumlah keterangan penting masih dalam tahap pendalaman.

Beredarnya informasi di tengah masyarakat terkait dugaan pertengkaran internal keluarga maupun riwayat kesehatan mental terduga pelaku perlu disikapi dengan hati-hati. Informasi semacam itu belum dapat diperlakukan sebagai fakta terverifikasi selama belum didukung oleh keterangan resmi aparat berwenang dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Menjadikannya sebagai dasar untuk menyimpulkan motif atau penyebab kejadian berpotensi menyesatkan publik dan merugikan hak-hak pihak yang terlibat.

Transparansi Penanganan Kasus Jadi Sorotan Publik

Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar yang hanya bisa dijawab melalui penyidikan yang tuntas dan transparan: bagaimana kronologi lengkap kejadian sebelum korban ditemukan, apa saja temuan dari hasil autopsi, alat bukti apa yang telah berhasil diamankan dari TKP, serta apa sesungguhnya motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa seorang ibu tersebut.

Status terduga pelaku sebagai anggota kepolisian aktif membuat penanganan perkara ini memikul tanggung jawab yang lebih besar. Masyarakat tentu mengharapkan seluruh proses berjalan secara profesional, akuntabel, dan tidak tebang pilih — sebagaimana semestinya berlaku bagi siapa pun yang berhadapan dengan hukum. Keterbukaan institusi kepolisian dalam menangani perkara yang melibatkan anggotanya sendiri akan menjadi cerminan nyata komitmen terhadap reformasi dan integritas penegakan hukum.

Publik kini menantikan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh penyidik Polres Siak bersama Propam, termasuk hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Riau, untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai peristiwa tragis yang mengguncang Sungai Apit tersebut.

Catatan Redaksi: Status terduga pelaku, motif, dan penyebab kematian korban dalam perkara ini masih sepenuhnya mengacu pada hasil penyidikan serta keterangan resmi pihak berwenang yang berkompeten. Semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pimred: Suleman Sinulingga
Pimpinan Umum: Fernando Albert Damanik

👁️ Dilihat: 3 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar