Puskesmas Belawan Wujudkan Komitmen Kesehatan Lewat Senam Rutin Prolanis
MEDAN BELAWAN, Nusantara News Today — Komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh jajaran UPT Puskesmas Belawan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang berlokasi di Jalan Stasiun, Komplek PJKA Nomor 1, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, ini secara konsisten menyelenggarakan kegiatan Senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Prolanis, Sabtu (19/9/2026).
Program ini digelar secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan, menjadikannya salah satu agenda kesehatan yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta dari kalangan warga sekitar maupun pasien tetap puskesmas tersebut. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung penuh semangat, diikuti oleh puluhan peserta yang hadir dengan antusias tinggi.
Dipimpin Langsung Kepala Puskesmas
Yang menjadikan kegiatan ini semakin bermakna adalah keterlibatan langsung Kepala UPT Puskesmas Belawan, drg. Tina Arriani, M.Kes, dalam memimpin pelaksanaan senam Prolanis. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan mencerminkan keseriusan institusi dalam mendampingi para pasien kronis secara langsung di lapangan.
Keterlibatan pimpinan secara langsung di tengah peserta juga menjadi pesan simbolis yang kuat: bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat bukan semata tanggung jawab warga, melainkan juga bagian dari tanggung jawab penuh tenaga dan institusi kesehatan.
Apa Itu Prolanis dan Siapa Sasarannya?
Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis merupakan program yang dirancang khusus bagi para penderita penyakit tidak menular bersifat kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Kedua kondisi ini dikenal sebagai penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang, kepatuhan tinggi terhadap pengobatan, serta perubahan gaya hidup yang menyeluruh.
Melalui Prolanis, pendekatan yang digunakan tidak hanya bertumpu pada penanganan medis secara klinis, tetapi juga melibatkan aktivitas jasmani yang terstruktur dan terukur. Senam menjadi salah satu komponen utama dalam program ini karena terbukti mampu memberikan manfaat fisiologis yang signifikan bagi penderita penyakit kronis bila dilakukan secara rutin dan konsisten.
Manfaat Fisiologis yang Terukur
Dalam keterangannya kepada awak media, drg. Tina Arriani, M.Kes, menjelaskan secara gamblang manfaat yang diperoleh para peserta dari kegiatan senam rutin ini. Menurutnya, gerakan senam yang diterapkan dalam Prolanis sudah disesuaikan dengan kapasitas fisik masing-masing peserta, sehingga aman dan efektif untuk semua kelompok usia maupun kondisi tubuh.
“Melalui gerakan senam yang disesuaikan dengan kapasitas fisik peserta, sirkulasi darah dapat diperlancar, kebugaran kardiovaskular terjaga, serta tingkat stres dapat diminimalisasi sehingga imunitas tubuh pasien menjadi lebih baik,” ungkap drg. Tina.
Penjelasan tersebut merujuk pada fakta medis yang telah lama diakui dunia kesehatan: aktivitas fisik yang teratur berkontribusi besar pada pengendalian tekanan darah, stabilisasi kadar gula dalam darah, serta peningkatan kualitas tidur dan kesehatan mental pada pasien kronis. Dengan demikian, senam bukan sekadar olahraga biasa, melainkan bagian dari terapi holistik yang melengkapi pengobatan farmakologis.
Lebih dari Sekadar Gerak Badan: Kekuatan Komunitas dan Dukungan Sosial
Selain manfaat fisiologis yang tidak diragukan lagi, kegiatan senam Prolanis yang dilaksanakan di area terbuka hijau lingkungan puskesmas ini juga membawa dampak psikososial yang tidak kalah penting. Pertemuan rutin antara sesama pasien kronis menciptakan ruang interaksi sosial yang hangat dan produktif.
Para peserta saling berbagi pengalaman dalam menjalani proses pengobatan jangka panjang, saling menguatkan, dan saling memotivasi satu sama lain. Dinamika kebersamaan semacam ini diketahui berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program pengobatan, yang kerap menjadi tantangan terbesar dalam penanganan penyakit kronis.
Dukungan emosional dari sesama pasien—yang sering disebut sebagai peer support—telah terbukti melalui berbagai penelitian mampu mengurangi rasa cemas, mencegah depresi, serta mendorong semangat hidup sehat secara berkelanjutan. UPT Puskesmas Belawan, secara tidak langsung, telah membangun komunitas kecil yang saling mendukung melalui program ini.
Target Jangka Panjang: Tekan Komplikasi, Tingkatkan Kepatuhan
Melalui kesinambungan program Prolanis ini, UPT Puskesmas Belawan menyatakan optimismenya bahwa tingkat kepatuhan pasien dalam mengontrol kondisi kesehatan mereka akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Lebih jauh, program ini juga diarahkan untuk menekan angka komplikasi akibat penyakit kronis sedini mungkin.
Komplikasi akibat hipertensi yang tidak terkontrol—seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung—maupun komplikasi diabetes melitus seperti neuropati, retinopati, dan luka yang sulit sembuh, merupakan beban kesehatan yang berdampak besar, baik bagi individu maupun sistem layanan kesehatan secara keseluruhan. Program seperti Prolanis hadir sebagai upaya preventif yang konkret untuk memutus mata rantai tersebut.
Dengan pendekatan yang menggabungkan aktivitas fisik, edukasi kesehatan, dan pembangunan komunitas, UPT Puskesmas Belawan bergerak ke arah yang tepat dalam mewujudkan masyarakat Medan Belawan yang lebih sehat, lebih bugar, dan lebih produktif.
Sinergi dengan Visi Wali Kota Medan
Pelaksanaan kegiatan Senam Prolanis ini juga sejalan dan menjadi perwujudan nyata dari visi misi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Banyu Waaas, bersama Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, yang mengusung semangat “Medan untuk Semua”. Frasa tersebut bukan sekadar jargon politik, melainkan sebuah prinsip inklusif yang menuntut pelayanan kesehatan yang merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang hidup bersama penyakit kronis.
Kegiatan di level puskesmas seperti ini menjadi bukti bahwa visi besar pemerintah kota hanya bisa terwujud melalui kerja nyata di akar rumput—di lapangan, bersama masyarakat, dan dengan dedikasi tenaga kesehatan yang turun langsung ke lapangan.
Harapan ke Depan
Keberlangsungan program Prolanis di UPT Puskesmas Belawan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas institusional semata, tetapi tumbuh menjadi budaya hidup sehat yang berakar kuat di tengah masyarakat Medan Belawan. Dengan dukungan penuh dari seluruh tenaga kesehatan, partisipasi aktif warga, serta sinergi dengan kebijakan pemerintah kota, program ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang semakin luas.
Bagi warga Kecamatan Medan Belawan—khususnya mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes melitus—kegiatan Senam Prolanis di UPT Puskesmas Belawan yang digelar dua kali sebulan ini terbuka untuk diikuti. Langkah kecil bergerak bersama bisa menjadi perbedaan besar dalam perjalanan panjang mengelola penyakit kronis.
Laporan: Syafwan | Editor: Fernando Albert Damanik
























Komentar