Warga Geger Penemuan Mayat Wanita di Sungai Belawan
MEDAN BELAWAN – Ketenangan pagi di kawasan aliran Sungai Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, terusik dengan penemuan sesosok mayat wanita tanpa identitas pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad yang ditemukan mengambang ini sontak menggegerkan warga setempat dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Penemuan tragis ini pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan yang hendak memulai aktivitas mencari ikan. Lokasi penemuan berada di aliran Sungai Belawan, tepatnya di kawasan Titi Labuhan, Jalan Pulau Mega/Jalan Pulau Ternate, Lingkungan 2, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan.
Ciri-ciri Korban dan Proses Penyelidikan
Saat ditemukan, kondisi jasad wanita tersebut berada di antara tumpukan sampah dan batang kayu di tepi sungai. Korban diketahui mengenakan baju kaos lengan pendek berwarna abu-abu dengan corak di bagian dada serta celana panjang jeans berwarna biru. Tidak ditemukan identitas pribadi apa pun pada tubuh korban, sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.
Namun, sebuah ciri fisik khusus menjadi petunjuk penting bagi pihak berwenang: adanya tato di bagian lengan sebelah kiri yang bertuliskan “Ovie Siregar”. Ciri ini diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan untuk dilakukan visum dan penyelidikan lebih lanjut. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Imbauan kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, khususnya yang mengenakan pakaian serupa dan memiliki tato nama “Ovie Siregar” di lengan kiri, untuk segera mendatangi pihak kepolisian terdekat atau langsung ke RS Bhayangkara Medan. Kerja sama dari masyarakat sangat diharapkan untuk membantu mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya, sehingga kasus ini dapat segera terang benderang.
(Syafwan)
Editor: Fernando Albert Damanik






















Komentar