Rumah Tahfidz di Medan Marelan Kembali Disatroni Maling, LPUI Desak Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Bagikan:
Waktu baca 3 menitDiperbarui 24 Agustus 2026, 07:32 WIB

Fasilitas Pendidikan Al-Qur’an di Medan Marelan Kembali Jadi Sasaran Pencurian

MEDAN MARELAN, Nusantara News Today – Sebuah fasilitas pendidikan keagamaan yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak santri, Yayasan Tahfidz Al-Qur’an Birrul Walidain Nur Salamah, di Jalan Tanah 600, Gang Rasmi, No. 27 D, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, kembali menjadi korban aksi pencurian. Insiden ini, yang bukan kali pertama terjadi, telah menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar dan memicu desakan keras dari berbagai pihak agar aparat penegak hukum segera bertindak.

Peristiwa kriminal ini dilaporkan terjadi pada Kamis dini hari, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 03.05 WIB. Laporan resmi telah disampaikan kepada pihak kepolisian dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STPLP) Nomor: STPLP/B/909/VIII/2026/SPKT/UNIT RESKRIM/POLSEK MEDAN LABUHAN/POLRES PELABUHAN BELAWAN/POLDASU tertanggal 21 Agustus 2026.

Ikuti Kami

Dapatkan Update Berita Tercepat

YouTube
45.2K Subs
Subscribe
WhatsApp
18.5K Followers
Gabung
Telegram
12.3K Members
Join
Facebook
125.4K Fans
Ikuti
Google News
5.4K Readers
Ikuti

Kronologi Kejadian dan Identifikasi Terduga Pelaku

Menurut keterangan pelapor sekaligus pengasuh pondok pesantren, Khanza Al Hilwah (27), kejadian bermula ketika ia menerima kabar dari seorang saksi mengenai hilangnya unit outdoor AC milik yayasan. Setelah melakukan pengecekan langsung, kecurigaan tersebut terbukti benar. Pihak pengurus kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar bangunan.

Dalam rekaman CCTV, terlihat dua orang pria yang diduga berinisial RO (27) dan KL (25) beraksi pada pukul 03.05 WIB. Meskipun posisi wajah para terduga pelaku tidak terekam secara jelas saat memanjat dinding, gerak-gerik keduanya saat menggotong satu unit outdoor AC merek LG terekam dengan jelas oleh kamera pengawas.

Pengusutan mandiri yang dilakukan oleh warga dan saksi membuahkan petunjuk penting. Saksi mendatangi kediaman salah satu terduga pelaku yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Di sana, saksi terkejut mendapati barang bukti berupa outdoor AC milik rumah tahfidz tersebut berada di dalam garasi rumah terduga pelaku, meskipun yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat.

Tim awak media Nusantara News Today yang memantau lokasi juga mengamankan barang bukti pendukung berupa sehelai jaket hoodie berwarna hitam dari rumah terduga pelaku. Akibat kejadian ini, pihak yayasan mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp2.500.000.

Kecaman dan Desakan dari Berbagai Pihak

Ketua Umum Laskar Pejuang Ummat Islam (LPUI), Ustadz Abu Azzam, mengecam keras tindakan pencurian ini. Ia berharap dan mendesak jajaran kepolisian dari Polsek Medan Labuhan untuk bergerak cepat melakukan pengejaran serta segera menangkap para terduga pelaku yang identitas dan tempat tinggalnya telah teridentifikasi berada di sekitar lingkungan yayasan.

“Rumah Tahfidz Marelan Birrul Walidain terus dijadikan incaran maling dan pelaku diduga sering juga mengintip santri. Berkali-kali sudah kemalingan, tetap juga masih dijadikan sasaran. Rumah anak-anak tahfidz pun sanggup digasak, Astagfirullah,” ujar seorang warga yang mengekspresikan kekesalannya, menambahkan dugaan bahwa pelakunya adalah tetangga.

Ustadz Abu Azzam juga menegaskan, apabila tidak ada tindakan konkret dari pihak kepolisian dalam kurun waktu 2×24 jam, pihaknya akan menginstruksikan tim LPUI untuk mengambil tindakan dan menyeret terduga pelaku ke Polsek Medan Labuhan.

Harapan Penegakan Hukum dan Keamanan Lingkungan

Kasus pencurian

👁️ Dilihat: 29 kali
Gambar Gravatar
Penulis

Suleman Sinulingga

Tim redaksi Nusantara News Today.

Lihat artikel lainnya
Nusantara News Popup - Boss WA

Komentar