BENGKALIS – Menjelang puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193, jajaran Pemerintah Kabupaten Simalungun melaksanakan kunjungan sakral ke Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Senin (13/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan ziarah ke makam Raja Siantar ke-XIV, Raja Sang Naualuh Damanik.
Rangkaian Hari Jadi ke-193
Kegiatan ziarah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Simalungun tahun 2026. Delegasi yang berangkat terdiri dari:
Pemerintah Kabupaten Simalungun: Dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Simalungun beserta rombongan pejabat terkait.
Lembaga Adat: Pengurus Wilayah Tumpuan Damanik Boru Pakon Panogolan Siantar-Simalungun.
Menelusuri Jejak Sejarah di Tanah Pengasingan
Raja Sang Naualuh Damanik dikenal sebagai pahlawan yang gigih melawan penjajahan Belanda hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis. Kehadiran rombongan dari Simalungun di makam beliau merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus penguatan ikatan batin antara masyarakat Simalungun saat ini dengan sejarah luhur mereka.
💡 Edukasi: Mengapa Ziarah ke Bengkalis Begitu Penting?
Bagi masyarakat Simalungun, Raja Sang Naualuh Damanik adalah simbol perlawanan dan integritas. Beliau wafat dalam masa pengasingannya di Bengkalis pada tahun 1914. Ziarah lintas provinsi ini memiliki makna mendalam:
Refleksi Kepemimpinan: Mengambil pelajaran dari keteguhan hati Sang Raja dalam mempertahankan kedaulatan tanah kelahirannya.
Edukasi Generasi Muda: Menunjukkan bahwa jejak sejarah Simalungun terbentang luas, bahkan hingga ke luar wilayah Sumatera Utara.
Pelestarian Nilai Budaya: Memastikan bahwa meski raga Sang Raja berada di tanah pengasingan, semangat dan ajarannya tetap hidup di hati setiap putra-putri Simalungun.
Sinergi Budaya dan Pemerintahan
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama di area pemakaman, memohon keberkahan bagi kemajuan Kabupaten Simalungun di usianya yang hampir menyentuh dua abad. Sinergi antara pemerintah daerah dan Tumpuan Damanik dalam ziarah ini mempertegas bahwa pembangunan fisik daerah tidak boleh mengabaikan nilai-nilai historis dan adat istiadat.
laporan : Tim tdbpss
editor : fernando albert damanik
#HUTSimalungun193 #RajaSangNaualuh #Bengkalis #ZiarahMakamRaja #SejarahSimalungun #HabonaronDoBona #TumpuanDamanik #SimalungunJaya


















Komentar