PACITAN – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi melepas ekspor gula aren produksi lokal Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menuju pasar internasional pada Minggu (15/2/2026).
Tidak tanggung-tanggung, produk unggulan desa ini berhasil merambah tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Belanda, dan Australia. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa potensi desa mampu bersaing di kancah global.
Titik Kebangkitan Produk Lokal Pacitan
Dalam sambutannya, Yandri Susanto menegaskan bahwa ekspor gula aren ini harus menjadi momentum kebangkitan bagi produk-produk lokal lainnya di Kabupaten Pacitan. Menurutnya, desa memiliki kekayaan potensi yang jika dikelola secara profesional, dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Ekspor gula aren ini menjadi titik bangkit produk lokal di Pacitan untuk merambah pasar global. Desa memiliki banyak potensi unggulan. Jika dikelola dengan baik, hal ini akan menyejahterakan masyarakat sekitarnya,” ujar Mendes Yandri Susanto.
Optimalisasi Potensi Desa untuk Kesejahteraan
Mendes PDT juga mendorong desa-desa lain di Indonesia untuk mulai memetakan potensi unggulan mereka. Keberhasilan Desa Temon dalam mengekspor gula aren diharapkan menjadi inspirasi bagi perangkat desa dan pegiat UMKM untuk meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor.
Kegiatan pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah setempat serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak produksi gula aren di wilayah tersebut.
Melalui program pemberdayaan yang tepat, Kementerian Desa dan PDT berkomitmen untuk terus mengawal produk-produk desa agar tidak hanya jago di pasar lokal, tetapi juga mampu berbicara banyak di pasar internasional.
(Tim Redaksi)


















Komentar