MEDAN – Aksi premanisme jalanan kembali memakan korban di wilayah hukum Kota Medan. Sebuah bus karyawan milik Almasar Karona menjadi sasaran keberingasan sekelompok orang yang diduga kuat merupakan pengatur jalan ilegal atau “Pak Ogah” di sekitar pintu masuk Tol Bandar Selamat, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Insiden berdarah ini mengakibatkan kaca bus hancur berantakan dan sang sopir mengalami luka parah di bagian kepala akibat serangan senjata tumpul.
Kronologi Kejadian: Brutalitas di Pintu Tol
Peristiwa bermula saat bus Almasar Karona yang dikemudikan oleh S. Silaban (45) hendak memasuki gerbang tol Bandar Selamat di tengah kondisi lalu lintas yang padat. Saat itulah, sejumlah preman yang mangkal di lokasi meminta sejumlah uang kepada sopir.
Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh korban, para pelaku langsung tersulut emosi. Aksi anarkis pun tak terhindarkan:
Perusakan Unit: Pelaku melempari kaca bus dengan batu hingga pecah berserakan.
Penganiayaan Berat: Tak puas merusak kendaraan, para preman tersebut menyerang S. Silaban secara fisik.
Senjata Tumpul: Korban dipukul menggunakan martil dan kayu yang mengenai bagian belakang kepala hingga menyebabkan luka robek dan pendarahan hebat.
Sorotan Jurnalisme Nurani: Keamanan Pengguna Jalan Terancam
Aksi ini memicu kemarahan warga dan pengguna jalan yang melintas. Kawasan pintu tol yang seharusnya menjadi jalur bebas hambatan dan aman, justru menjadi titik rawan pemerasan yang berujung pada tindakan kriminalitas berat.
Pimpinan Umum Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Melalui jurnalisme nurani, kami mendesak pihak Kepolisian setempat untuk bertindak cepat.
“Ini bukan sekadar pemerasan biasa, ini adalah percobaan pembunuhan dengan martil. Polisi harus segera menyisir lokasi dan menangkap para pelaku agar tidak ada lagi sopir atau pengguna jalan yang menjadi korban berikutnya,” tegas redaksi.
Kondisi Korban
Saat ini, S. Silaban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak keluarga dan manajemen Almasar Karona berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya atas trauma dan luka fisik yang dialami korban.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️ Laporan: Syafwan


















Komentar